GUNUNGKIDUL – Fosil binatang dan sisa makanan manusia prasejarah ditemukan di Gunungkidul. Tepatnya di Gua Braholo Semugih, Rongkop.

Tim Peneliti Pusat Arkeologi Nasional melakukan ekskavasi kemarin. Peneliti menemukan tulang belikat rusa, tulang kera, babi, anjing, tikus, dan kerbau pada kedalaman satu hingga empat meter.

Mereka juga menemukan gigi gajah purba atau mammoth jenis stegodon. Ditemukan pula tulang badak pada kedalaman tujuh meter. “Diperkirakan berusia 30 ribu tahun,” kata Koordinator Lapangan Penelitian Gua Braholo dari Pusat Arkelologi Nasional Thomas Sutikna.

Temuan tersebut, kata dia, menjadi bukti banyak fauna prasejarah yang hidup di Gunungkidul. Fauna tersebut berupa gajah purba (stegodon), badak, anjing, rusa purba, babi, kera, dan luwak purba.

“Fosil ini diperkirakan dikonsumsi manusia prasejarah. Terbukti dengan lapisan abu putih di fosil tersebut,” ungkapnya.

Manusia prasejarah Gunungkidul diduga berburu binatang dan membawa ke gua untuk dimakan. Ekskavasi terus dilakukan untuk menemukan lebih banyak bukti prasejarah.

“Kami perkirakan banyak peninggalan prasejarah yang akan kami temukan hingga kedalaman tujuh meter nanti,” ujar Thomas.

Ekskavasi telah berlangsung sejak 1996. Kali pertama digali, sebanyak 14 kotak ekskavasi, ditemukan tembikar berisi biji-bijian, sebagian di antaranya terbakar.
Penggalian sempat dihentikan karena terhalang blok gamping. Pada kedalaman paling bawah masih ditemukan fosil.

“Ditemukan beberapa tulang manusia purba. Tiga di antaranya masih utuh, sisanya fragmen (serpihan),” kata Thomas.
Temuan prasejarah tersebut dibawa ke Punung, Pacitan. Diteliti lebih lanjut di laboratorium. (gun/iwa/ong)