RADARJOGJA.CO.IDHumas PT Jasa Raharja DIJ, Wahyu Agung SE MM mengatakan, syarat utama pengurusan santunan kecelakaan di PT Jasa Raharja adalah Laporan Polisi (LP). Tanpa ada LP, pihaknya tidak dapat memproses pengajuan klaim santunan kecelakaan.

“Syarat berikutnya adalah surat keterangan medis dari rumah sakit, puskesmas, atau poli klinik. Kemudian data identitas diri bisa KTP, Kartu Keluarga dan Kartu Pelajar bagi yang belum memiliki KTP,” kata Wahyu pada acara Sosialisasi Tahun Keselamatan untuk Kemanusiaan dan Tata Cara Pengurusan Santunan Kecelakaan PT Jasa Raharja di SMK Muhammadiyah Berbah, Selasa (10/10).

Sebagai perusahaan Badan Usaha Milik Negara (BUMN), PT Jasa Raharja terus berusaha memaksimalkan pelayanan kepada masyarakat. Untuk mewujudkan itu, PT Jasa Raharja DIJ telah bekerjasama dengan Polda DIJ dan Rumah Sakit dengan membentuk Pos Pelayanan Terpadu (Posyandu) Kecelakaan yang dipusatkan di RSUP Sardjito.

“PT Jasa Raharja DIJ juga telah bekerjasama dengan rumah sakit milik pemerintah daerah di DIJ dan rumah sakit swasta. Sehingga, bila ada korban kecelakaan kemudian dibawa ke rumah sakit, petugas PT Jasa Raharja akan langsung berkoordinasi dengan pihak rumah sakit dan korban fokus saja pada pengobatan dan perawatan saja,” tambah Wahyu.

Kepala SMK Muhammadiyah Berbah, Winarno mengapresiasi kegiatan road show sosialisasi tata tertib berlalu lintas dan tata cara pengurusan santunan PT Jasa Raharja. Menurutnya, sosialisasi ini sangat bermanfaat bagi peserta didiknya dan guru di lingkungan sekolahnya. Sebab, pelajar yang studi di SMK Muhammadiyah sebagian berasal dari luar Berbah.

“Ketika berangkat dan pulang sekolah mereka mengemudikan sepeda motor sendiri. Sebab, angkutan umum yang melintas di depan sekolah juga tidak ada,” kata Winarno.

Selain helm, peserta yang dapat menjawab pertanyaan nasa sumber mendapatkan jas hujan. (mar)