KULONPROGO – Pembangunan hunian di lahan relokasi warga terdampak NYIA terus dikebut. Warga berharap pasokan setrum bisa segera terpenuhi akhir bulan ini.

“Saya sudah berkomunikasi dengan pimpinan PT PLN Area Jogja. Informasi terakhir, gardu induk di Glagah siap memasok listrik ke lahan relokasi,” kata Bupati Kulonprogo Hasto Wardoyo, kemarin (24/8).

Warga diharapkan bisa bersabar. Jika listrik sudah tersedia, warga juga harus secepatnya menyelesaikan pembangunan dan menempatinya agar semua bisa berjalan baik.

“Tidak lama lagi listrik nyala, karena sudah ada pembicaraan dengan PLN. Akhir bulan ini harus sudah menyala,” kata Hasto.
Sementara itu, warga di lokasi relokasi benar-benar menanti listrik segera menyala. Pasokan listrik dari jaringan tiang listrik (togor) yang terpasang di lokasi relokasi belum bisa tersambung ke rumah yang tengah dalam proses finishing.

“Jaringan katanya baru akan berfungsi pekan terakhir Agustus ini. Kalau pastinya saya tidak tahu, tapi katanya minggu-minggu ini, semoga cepat terpasang,” kata salah seorang warga terdampak NYIA asal Dusun Ngringgit, Desa Palihan, Selo Hantoro.

Dia menempati petak lahan relokasi di Desa Janten, Kecamatan Temon. Bersama 54 KK lainnya yang rata-rata pembangunannya sudah mencapai 80 persen. Jika listrik masuk bulan ini, dia optimistis hunian sudah selesai akhir September dan siap ditempati.

“Kendati belum sempurna kalau sudah ada listriknya sudah bisa ditempati. Selain itu listrik juga sangat dibutuhkan untuk pekerjaan finishing, memasang keramik dan lain-lain,” jelasnya.

Kepala Dusun Bapangan Desa Glagah Suparjo optimistis pembangunan bisa selesai bulan depan jika listrik terpasang bulan ini. Khususnya untuk 40 rumah yang dibangun warga Bapangan.

“Kami bahkan sudah memprediksi bisa pindah pertengahan September jika listrik sudah masuk, kendati bangunan rumah belum sempurna,” ungkapnya. (tom/iwa/ong)