Bertekad Bebaskan Generasi Muda dari Jerat Narkoba
Bagi anggotanya, Kasatreskoba Polres Kulonprogo AKP Ika Shanti Prihadini SIK dikenal sebagai sosok supel yang mudah membaur. Sejauh mana kiprahnya dalam pemberantasan peredaran narkoba di Bumi Binangun?
HENDRI UTOMO, Kulonprogo
DIATAS Meja itu 811 butir pil Yarindo bersama barang bukti lainnya digelar. Dua tersangka pengguna dan pengedarnya berdiri di belakang meja dengan tangan terborgol, lengkap dengan penutup kepala. AKP Ika Shanti Prihadini SIK berdiri di depan mereka, mendampingi Wakapolres Kulonprogo AKBP Dedi Surya Darma.

Sejurus kemudian, barang bukti termasuk pasal yang dijeratkan kepada tersangka dipaparkan Wakapolres AKBP Dedi Surya Darma. Hingga sampai gilirannya Ika menjelaskan ihwal teknis pengungkapan perkara hingga proses pengembangannya. Hal itu menjadi rutinitas Ika sejak mengabdi di Korps Bhayangkara sejak lulus Akpol pada 2008 lalu.

Sebagai perempuan, dara ayu kelahiran Sidoarjo, Jawa Timur itu mengaku harus cepat beradaptasi dengan lingkungan kerjanya yang didominasi kaum Adam. Beruntung, polwan yang berulang tahun setiap 19 Oktober itu memiliki rekan kerja yang mumpuni dan berpengalaman. Karena itu, dia pun lebih cepat menyesuaikan dengan ritme kerja di kesatuannya.

“Saya mungkin lebih pada memanajamen dan supporting bagi rekan-rekan lapangan. Tiap hari full time di kantor dengan 22 anggota yang membantu saya,” ucapnya kemarin (9/8).

Perempuan memang jelas berbeda secara kodratnya dengan pria. Baik secara fisik maupun psikologis. Namun, tetap saja dia harus siap keluar tengah malam bersama jajarannya demi menunaikan tugas. “Itu sudah jadi konsekuensi saya sebagai polisi,” lanjut perempuan kelahiran 1986 itu.

Sejak berdinas di Polres Bogor Kota, banyak pengalaman menarik yang dilaluinya. Beberapa kali turun ke lapangan, Ika tak membayangkan jika tanggung jawabnya tak ringan. Terlebih ketika harus menangkap buron atau pelaku kejahatan. Itu bukan perkara mudah. Bahkan, pelaku kriminalitas yang menjadi incaran belum tentu menyimpan barang bukti.

Dengan pangkat ajun komisaris pertama, Ika pernah menduduki beberapa jabatan mentereng di kepolisian. Sebelum masuk ke Polres Kulonprogo, pengabdiannya terfokus di Polres Bogor Kota sejak 2009. Dia pernah mengemban tugas sebagai Kanit perlindungan perempuan dan anak, kanitreskrim, hingga Kasubbag Dalops.

“Sejak lulus Akpol saya lanjut sekolah ke PTIK pada 2015 dan lulus setahun kemudian,” ungkap peraih predikat cum laude.
Lulus PTIK, Ika langsung ditempatkan di wilayah hukum Polda DIJ dan ditugaskan sebagai Kasatreskoba Polres Kulonprogo. “Saat ini sudah berjalan empat bulan,” lanjut putri pertama dari dua bersaudara pasangan Kasyanto dan Ida Nur Shanti itu.

Sebagai perempuan pertama yang menjabat Kasatreskoba di Polres Kulonprogo justru mendorongnya untuk mewujudkan generasi muda tanpa narkoba. Terbukti, Ika mampu menunjukkan prestasi. Di bawah komandonya, ratusan butir obat-obatan terlarang yang beredar di Bumi Binangun berhasil disita. Tak sedikit pula pelaku maupun pengedar barang haram itu dijebloskannya ke balik jeruji.

Namun, hal itu belum membuatnya puas. Mengingat peredaran narkoba di wilayah DIJ kian masif dan merambah berbagai kalangan. Tak terkecuali pelajar dan mahasiswa. Karena itu, Ika bertekad untuk terus memburu dan memberantas peredaran narkoba sampai ke akar-akarnya.

“Peredaran narkoba tak lagi di lokasi hiburan saja. Melainkan di kos-kosan, kontrakan, kampus, hingga secara terang-terangan di tempat umum. Bahkan rumah tinggal bisa dijadikan lokasi penyalahgunaan narkoba,” ungkapnya.

Di mata Bripka Wahyu Indarto yang anggota Satreskoba Polres Kulonprogo, Ika menjadi sosok teladan dan bijaksana. Tegas dan terbuka. “Beliau selalu bisa memberikan solusi setiap anggota mengalami kendala di lapangan,” ungkapnya.(yog/ong)