RADARJOGJA.CO.ID – JOGJA – Penentuan hasil Pil-wali Kota Jogja akan ditentukan pekan depan. Sesuai jadwal yang dirilis di www.mahkamahkon-stitusi.go.id, pada 26 April pukul 10.00 merupakan pembacaan putusan perselisihan hasil Pil-wali Kota Jogja 2017 di Mahka-mah Konstitusi (MK).

Ketua Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kota Jogja Wawan Budianto mengatakan, sebagai pihak termohon, KPU Kota Jogja akan menghadiri sidang tersebut. “Informasinya se-perti itu, 26 April nanti sesuai jadwal MK,” ujar Wawan ke-marin (21/4).

Namun dia belum bisa me-mastikan apakah pembacaan putusan tersebut merupakan putusan akhir atau putusan sela.”Yang pasti besok Rabu ituakan dibacakan keputusan-nya,” candanya.

Wawan mengaku akan men-ghormati hasil putusan MK, apapun hasilnya. Jika MK akhirnya mengabulkan per-mohonan dari pemohon pa-sangan Imam Priyono dan Achmad Fadli untuk meng-gelar pemilihan suara ulang (PSU), KPU Kota Jogja siap melaksanakan. Begitupula sebaliknya jika akhirnya MK menerima permohonan KPU Kota Jogja untuk mengesahkan keputusan KPU Kota Jogja, akan segera disiapkan pene-tapan calon terpilih.

“Sesuai PKPU (Peraturan Komisi Pemilihan Umum) ada waktu tiga hari setelah putusan MK untuk proses penetapan,” ujarnya.

Ketua Tim Pemenangan IP-Fadli, Danang Rudiyatmoko juga mengaku sudah menge-tahui jadwal sidang pemba-caan putusan MK tersebut. Tapi secara materiil, Danang mengatakan belum mengeta-hui hasil putusan MK tersebut. Menurut dia dalam putusan MK memungkinkan adanya dissenting opinion atau penda-pat yang berbeda dari hakim MK, meski hal itu tidak dinya-takan dalam putusan yang dibacanya. “Kalau harapan kami sesuai permohonan yang kami ajukan untuk menggelar PSU,” ungkapnya.

Ketua DPC PDIP Kota Jogja itu juga mengatakan belum tahu apakah putusan yang di-bacakan Rabu nanti merupakan putusan final atau putusan sela. Tim IP-Fadli sendiri me-minta untuk ada petusan sela membuktikan 2.209 Daftar Pemilih Tambahan (DPTb) yang tidak masuk dalam Daftar Pe-milih Tetap (DPT). Sedang Suket yang dikeluarkan Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil Kota Jogja, setelah DPT ditetapkan sebesar 1.030.

“Kalau ada putusan sela berarti ada pembuktian, kalau besok langsung putusan akhir itu kewenangan MK,” jelasnya.

Sementara itu tim Paslon Ha-ryadi Suyuti dan Heroe Poer-wadi juga memuat optimisme-nya terkait sidang pembacaan putusan Pilwali Kota Jogja 2017. Menurut tim paslon HS-HP, Nugroho Nur Cahyo, berdasar-kan kesaksian para saksi dalam sidang ketiga di MK, jelas da-sar hukum dan saksi yang di-ajukan pemohon dangkal. Permainan untuk dilakukan PSU dinilai tidak berdasar.

“Harapan kami MK mem-batalkan gugatan pihak ter-mohon dan mengesahkan hasil keputusan KPU Kota Jogja tentang perhitungan hasil suara Pilwali Kota Jogja,” ujarnya. (pra/din/ong)