RADARJOGJA.CO.ID – Enam kasus prostitusi yang menawarkan layanan seks keroyokan, baik threesome maupun gangbang di ungkap Satreskrim Polrestabes Surabaya, Jawa Timur. Hal ini berdasarkan data yang diperoleh dari Unit Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA), dalam enam bulan terakhir.

Dua di antaranya dilakukan oleh pasangan suami istri (pasutri).

Kanit PPA Satreskrim Polrestabes Surabaya, Ajun Komisaris Polisi (AKP) Ruth Yeni menjelaskan bahwa pada awal November lalu, pihaknya juga membongkar prostitusi yang dilakukan oleh suami istri yakni Cholid dan istrinya MA.

Warga Gresik itu menawarkan dirinya dan istrinya untuk memberikan layanan threesome dan swinger (ganti pasangan) lewat grup media sosial facebook.

“Kasusnya sama seperti yang dilakukan oleh tersangka Choiron, namun bedanya Cholid dan istrinya tidak melayani gangbang,” ungkap AKP Ruth Yeni kepada Radar Surabaya (Jawa Pos Group), Rabu malam (1/2).

Dia menjelaskan bahwa meski dalam enam bulan ini pihaknya intens dengan membongkar kasus prostitusi online yang menawarkan berbagai aksi penyimpangan seks, namun menurut dia, kasus ini bukanlah fenomena baru.

Sebab, pasangan yang seringkali melakukan aksi penyimpangan seks ini sebenarnya sudah ada sejak lama.

“Ini bukan fenomena baru. Hanya saja, selama ini penyimpangan seks ini dilakukan secara sembunyi-sembunyi. Ini artinya, tidak secara vulgar ditawarkan lewat facebook, apalagi diperjualbelikan,” jelasnya.

Menurutnya, kasus yang berhasil dibongkar Unit PPA itu hanya satu persen dari sejumlah banyak fenomena sosial di masyarakat terkait aksi penyimpangan seks ini.

Hanya saja, pihaknya tidak bisa melakukan penangkapan atau tindakan hukum karena banyak pasangan yang melakukan hal itu hanya untuk kesenangan atau kenikmatan semata. Bukan semata-mata karena terdesak kebutuhan ekonomi atau mencari uang.

(yua/jay/ong)