RADARJOGJA.CO.ID Warga Pedukuhan Pringtali, Desa Jatimulyo, Kecamatan Girimulyo ingin mengembangkan objek wisata (obwis) baru di wilayah mereka. Potensi yang diangkat adalah keindahan alam dan wisata historis. Namun pengembangan wisata itu terkendala anggaran.

Demikian disampaikan Ketua Karangtaruna Pringtali, Jatimulyo Sumarwan saat mendatangi DPRD Kulonprogo untuk audiensi terkait anggaran pengembangan wisata, Kamis (23/2).

“Rencana pengembangan wisata ini merupakan inisiatif warga, mengingat adanya potensi keindahan alam yakni Kedung Banteng dan sungai di pegunungan yang indah dan dinilai cocok untuk outbond seperti rivertubing,” kata Sumarwan.

Selain wisata alam, wilayahnya juga memiliki potensi historis yang berkaitan dengan perjuangan Pangeran Diponegoro melawan penjajah Belanda. “Rencana pengembangan sudah sejak setahun ini. Warga baru swadaya, bekerja bakti membuat gazebo dan taman,” kata Sumarwan.

Warga berharap ada bantuan pemkab untuk pengembangan wisata tersebut. Sehingga bisa lebih cepat dan akan berdampak pada kesejahteraan warga. “Harapan kami ada bantuan membuat jembatan, taman-taman, dan sarana lainnya,” kata Sumarwan.

Dukuh Pringtali Sukardi mengatakan Kedung Banteng menyimpan nilai historis Pangeran Diponegoro. Diponegoro saat bergerilnya sempat beristirahat di Pringtali.

Prajurit Pangeran Diponegoro kelaparan dan mencari makan hingga Sungai Serang, sekarang bernama Sungai Pringtali. Di situ prajurit tersebut menemukan banteng tidur di atas batu.

“Kemudian karena lapar, banteng itu diburu hingga akhirnya lari dan meloncat di kedung (bagian sungai yang dalam) dan mati. Sehingga tempat itu dinamai Watu Banteng atau Kedung Banteng,” kata Sumarwan.

Warga akan membuat bendungan sebagai pendukung wisata bagi pengunjung anak-anak maupun dewasa. Namun karena keterbatasan dana, pihaknya juga menyampaikan persoalan kondisi jalan menuju Pringtali yang rusak.

Warga ditemui Ketua DPRD Akhid Nuryati, Wakil Ketua DPRD Ponimin Budi Hartono, serta sejumlah anggota Komisi IV. Dewan juga memanggil Dinas Pariwisata untuk menanggapi keinginan warga.

Akhid menyatakan, Dinas perlu mangakomodir warga. Dewan meminta Dinas menggali dan menuliskan nilai sejarah yang ada sehingga bisa menjadi bagian memasarkan calon obwis baru itu.

“Dinas akan berkunjung ke Kedung Pedut, kami harap sekalian ke Pringtali. Warga juga harus menyiapkan dengan menujukkan lokasi dan gambaran rencana pengembangannya,” katanya. (tom/iwa/mar)