· Beri Kebijakan Khusus untuk Sektor UMKM

SLEMAN – Target pendapatan pajak di Jogjakarta pada 2017 dipastikan turun. Untuk tahun ini target pajak sebesar Rp. 5,24 triliun, sementara tahun lalu Rp. 5,46 triliun. Turunnya nominal target ini berdasarkan evaluasi Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Pajak (DJP) DIJ dan Kementerian Keuangan RI.
Kepala Kanwil DJP DIJ Yuli Kristiyono mengakui target 2016 berlebihan. Alhasil pemasukan pendapatan sektor pajak tidak sesuai ekspektasi. Kebijakan ini ditempuh berdasarkan pencapaian target realitas 2016.
“Dari target 2016 direvisi oleh Kemenkeu sehingga lebih kecil. Nominal tersebut dianggap lebih realistis. Sehingga harapannya mampu memenuhi pencapaian target 2017,” jelas Yuli di Ballroom Hotel Royal Ambarrukmo Jogjakarta, kemarin (20/2).
Kanwil DJP DIJ tengah mengimplementasikan strategi pencapaian. Salah satunya dengan pendataan ulang wajib pajak (WP). Yuli mengungkapkan pendataan ulang ini sangatlah penting. Terutama untuk menghitung ulang aset dan adanya WP baru.
Dinamika perekonomian di Jogjakarta beberapa tahun ini berkembang. Hal ini yang membuka kemungkingan masuknya investor baru. Mulai dari sektor ekonomi rumah tangga hingga kelas industri besar.”Sepakat membuat profil WP lebih valid. Ini juga upaya dari kinerja Kanwil DJP DIJ dalam pengawasan, penagihan dan pemeriksaan WP. Akan ada agenda visit langsung ke lapangan,” ujarnya.
Dari seluruh data, sektor Unit Mikro Kecil Menengah (UMKM) di Jogjakarta sangat potensial. Yuli mengungkapkan ranah ini termasuk salah satu penyumbang pajak terbesar. Adapula sektor perdagangan, industri kuliner, penginapan, rumah sakit dan pendidikan. “UMKM sangat potensial sekali, sehingga ada kebijakan khusus untuk sektor ini. Kami (Kanwil DJP DIJ) juga turut melakukan pembinaan. Tujuannya agar perekonomian lebih optimal,” jelasnya.
Badan Keuangan dan Aset Daerah (BKAD) Sleman telah menyerahkan SPPT PBB awal tahun ini. Total ada 611.783 lembar SPPT PBB P2 Tahun 2017 yang diserahkan melalui Pemerintah Desa. Nominal pokok ketetapan PBB P2 2017 sejumlah Rp. 79,4 miliar.
Realisasi PBB P2 Sleman tahun lalu tidak mencapai target. Dari ketetapan pokok Rp. 74,7 miliar terwujud Rp. 59,3 miliar. Dari 608.047 lembar SPPT PBB P2 hanya terealisasi 490.484 lembar. Perinciannya mencapai 79,4 persen dari target awal. (dwi/din/mg1)