MAGELANG – Masa pemerintahan Sigit Widyonindito- Windarti Agustina dalam memipin Kota Magelang memasuki satu tahun. Untuk memperingati, ratusan pejabat struktural Pemkot Magelang dan direktur BUMD dikumpulkan di Gedung Wiworo Wijipinilih, kemarin (17/2).

Namun demikian, tidak semua pejabat yang diundang hadir. Beberapa di antaranya ada yang tidak hadir tanpa alasan yang jelas. “ASN itu kan abdi, kalau sudah tidak loyal ya beri sanksi,” kata Sigit usai acara.

Pemkot akan memberlakukan sanksi moral kepada aparatur sipil negara (ASN) yang absen tanpa keterangan. Ia bahkan mengumumkan empat nama yang tidak hadir tanpa keterangan. “Saya baca di WhatsApp yang tidak datang siapa. Saya umumkan, ternyata ada yang menyusul,” ujarnya.

Tidak zamannya lagi ASN sebagai pelayan masyarakat merasa punya wewenang atau berbuat seenaknya. Ada ketentuan, aturan, dan kedisiplinan yang wajib dilakukan. Apalagi sekarang gaji sudah naik, pangkat dinaikkan, tidak pantas kalau kebiasaan buruk seperti bolos masih saja dilakukan.

“Sudah saya perintahkan Pak Sekda (Sugiharto) dan kepala OPD bersangkutan supaya beri sanksi. Biar jadi pelajaran,” tegasnya.

Menurut dia, pembacaan nama ASN di depan publik dinilai memberi tekanan terhadap pegawai itu untuk meningkatkan loyalitas. Ia menilai sanksi moral lebih efektif ketimbang memberlakukan hukuman langsung kepada PNS yang mangkir. “Tidak hanya yang absen tanpa keterangan, tapi yang izin dan cuti juga saya umumkan,” kata dia.

Pejabat itu dikumpulkan untuk mendapatkan pengarahan dan pembinaan langsung dari wali kota. Sigit memaparkan kegiatan pertemuan bertujuan untuk menyamakan persepsi menyukseskan visi misi Kota Magelang.

“Semua harus menjalankan visi misi wali Kota Magelang, yang sudah menjadi visi misi Pemkot Magelang dan tertuang dalam Rancangan Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) 2016-2021,” kata Sekda Sugiharto. (ady/laz/mg2)