GUNUNGKIDUL – Hujan deras yang masih mengguyur Gunungkidul harus diwaspadai. Terutama bagi warga yang bermukim di wilayah rawan longsor seperti zona utara Gunungkidul.

Kecamatan Patuk, pada Rabu (15/2) malam, bencana tanah longsor menerjang Padukuhan Gedali RT 16/03, Desa Beji. Bencana tersebut dipicu hujan deras yang terus mengguyur sepanjang malam. Tebing setinggi empat meter dengan panjang 15 meter runtuh.
Pergerakan tanah menggerus pondasi rumah milik Sigit, 40, warga setempat. Selain itu, material longsoran juga mengancam dapur rumah dan kandang sapi milik Sakiyem, 60, tetangga dekatnya.
Meski tidak ada korban jiwa dalam bencana itu, untuk menghindari longsor susulan, warga langsung waspada. Dampak kerusakan ditindaklanjuti dengan kerja bakti menyingkirkan material longsoran.
“Tanah bergerak, lalu terdengar suara gemuruh. Setelah kami terbangun, sekitar pukul 03.00 dan mencari sumber suara ternyata dinding dapur sudah tertimbun longsoran tanah,” kata Sigit.
Puluhan warga termasuk relawan melakukan kerja bakti. Aparat Kodim juga dikerahkan. Dandim 0730 Gunungkidul Letkol Inf Muh. Taufik Hanif bertindak cepat agar bencana ini tidak berakibat lebih parah.
“Kami kerahkan anggota untuk membantu masyarakat mengevakuasi material longsor agar tidak mengancam warga lainnya,” kata Taufik.
Dikatakan, tidak ada alat berat yang digunakan. Proses pembersihan material longsor dilakukan manual. Selain menyingkirkan material longsor, petugas juga melakukan upaya agar longsor tak makin meluas dengan mengganjal dan memasang tanggul pada tebing bekas longsoran.
Kasi Logostik Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Gunungkidul Sutaryono sudah memonitor tanah longsor tersebut. Sutaryono mengimbau warga yang tinggal di zona merah untuk waspada.
“Intensitas hujan masih tinggi, waspadai pergerakan tanah. Jika hujan lebih dari dua jam kami imbau untuk mencari tempat lebih aman,” kata Sutaryono. (gun/iwa/mg1)