Saluran kemih Anda adalah tempat berkembang biak yang sempurna bagi “pengunjung” yang tidak diinginkan, yakni bakteri. Mereka berkembang biak dengan cepat di daerah yang tertekan oleh rahim yang membesar. Adanya tekanan ditambah hormon kehamilan membuat bakteri usus yang hidup pada kulit dan dalam kotoran Anda lebih mudah masuk dalam saluran kemih. Kondisi itu berpotensi menyebabkan infeksi saluran kencing yang cukup menyiksa Anda.

Dalam banyak kasus, Anda mungkin benar-benar terkena infeksi. Meskipun tidak mengalami gejala sama sekali. Sehingga Anda tidak melakukan upaya pengobatan. Jika demikian, infeksi saluran kencing dapat menyebabkan masalah serius.

Dalam beberapa kasus, bakteri yang normal dari kulit dan organ lainnya bisa masuk ke daerah yang tidak semestinya. Saluran kemih adalah salah satu tempat tersebut. Sementara sebagian besar ISK (Infeksi Saluran Kemih) terjadi pada kandung kemih (di mana itu disebut sistitis akut atau infeksi kandung kemih). Infeksi dapat juga terjadi pada uretra (disebut uretritis). Dalam kasus yang lebih berat, bakteri dapat melakukan perjalanan sampai ke ginjal (disebut pielonefritis akut atau infeksi ginjal).

Saluran kemih yang menghilangkan kotoran dan air ekstra dari tubuh terdiri atas dua ginjal (organ dimana urin diproduksi); dua ureter (saluran yang membawa urin ke kandung kemih); kandung kemih itu sendiri (organ yang mengumpulkan dan menyimpan urin); serta uretra (tabung yang mengirimkan urin keluar dari tubuh).

Adapun beberapa faktor dapat menyebabkan ISK selama kehamilan, di antaranya:

1.Perubahan tubuh Anda.

Semua wanita berisiko untuk terkena ISK (bahkan lebih berisiko daripada pria karena, saluran uretra wanita lebih pendek, sehingga memudahkan bakteri untuk masuk kandung kemih). Dalam hal ini wanita hamil mungkin lebih rentankarena perubahan hormon dapat member kesempatan bagi bakteri lebih mudah melakukan perjalanan ke saluran kemih dan menyebabkan infeksi. Membesarnya ukuran rahim atau kandungan juga memberikan tekanan tambahan pada kandung kemih Anda, sehingga membuatnya lebih sulit untuk benar-benar dapat dikosongkan dari urin.

2.Bakteri dari usus.

Bakteri penyebab ISK bisa berasal dari beberapa tempat. Karena uretra terletak dekat dengan rektum, bakteri E. Coli yang berasal dari usus dapat diangkut ke uretra. Menyeka dari depan ke belakang (bukan kembali ke depan) setiap kali Anda menggunakan kamar mandi dapat membantu menjaga bakteri jauh dari daerah ini

3.Hubungan suami istri.

Seks selama kehamilan masih diperbolehkan (kecuali dokter Anda menyarankan sebaliknya) – tapi memiliki sisi negatif: Hal ini juga memiliki potensi untuk menyebabkan terjadinya ISK, bakteri didekat vagina dapat didorong ke uretra selama hubungan seksual. Sehingga penting untuk buang air kecil sebelum dan setelah berhubungan seksual untuk memindahkan bakteri keluar.

Gejala ISK

– Sensasi terbakar pada saat buang air kecil

– Sering pergi ke kamar mandi untuk buang air kecil (meskipun sering buang air kecil saja adalah umum – dan tidak berbahaya – efek samping dari kehamilan)

– Dorongan kuat untuk buang air kecil sementara jumlah urin keluar sedikit.

– Urine gelap, berdarah atau berbau busuk urin.

– Demam ringan.

– Nyeri perut bawah.

– Nyeri yang terjadi pada satu sisi antara perut bagian atas dan bagian punggung.

– Menggigil, mual dan muntah, yang juga dapat menjadi tanda dari infeksi ginjal

Hal yang perlu diingat, diperkirakan 7 persen dari semua wanita hamil memiliki UTI tanpa gejala sama sekali. Karena infeksi yang tidak diobati dapat menyebabkan komplikasi, termasuk infeksi ginjal, dan jarang peningkatan risiko pertumbuhan janin terhambat dan kelahiran prematur.

Cara mencegah ISK selama kehamilan:

  • Banyak minum air. Cobalah untuk minum cukup air setiap hari; peningkatan waktu mandi membantu bakteri tersiram keluar dari uretra.
  • Sering ke kamar mandi. Segera setelah Anda mendapatkan dorongan untuk berkemih sebaiknya tidak ditahan. Pastikan untuk benar-benar mengeluarkan urin Anda, Sebelum pergi istirahat malam, sebaiknya mengosongkan kandung kemih lagi.
  • Mengenakan pakaian katun. Hal ini akan membantu menjaga daerah itu kering.
  • Usap dari depan ke belakang. Ini berlaku untuk setiap pergi ke kamar mandi.
  • Hindari produk-produk kewanitaan yangdapat menyebabkan iritasi pada daerah yang sudah rentan.
  • Makan dengan baik. Menjaga ketahanan tinggi dengan makan makanan kehamilan yang sehat dan tetap aktif. Beberapa praktisi menyarankan makan yoghurt yang mengandung kultur aktif atau mengambil probiotik jika Anda berada di antibiotik untuk membantu mengembalikan keseimbangan bakteri menguntungkan. Kendati demikian, tanyakan kepada dokter Anda terlebih dahulu, meskipun beberapa probiotik lebih kuat daripada yang lain. (*/mg2)