RADARJOGJA.CO.ID –Dalam rangka memenuhi konsumsi cabai rumah tangga, Kementerian Pertanian mencanangkan program gerakan tanam cabai atau gertam cabai. Selain itu, kegiatan ini untuk menjaga pasokan cabai.

“Langkah ini diharapkan bisa menjaga pemasokan dan kestabilan harga cabai termasukvolatile foodserta meningkatkan pendapatan petani cabai,” kata Inspektur Jendral Kementerian Pertanian Republik Indonesia Justan Ridwan Siahaan, usai memberikan 25 ribu bibit cabai di Bangsal Sewoko Projo Wonosari, Kamis (9/2).

Ridwan menjelaskan, konsep gertam cabai merupakan optimalisasi pemanfaatan pekarangan yang dilaksanakan kelompok kawasan rumah tangga pangan lestari atau KRPL.

“Melalui program tersebut, tujuan konsep gerakan menanam cabai juga mengajak kelompok PKK bisa memanfaatkan pekarangan rumah,” tegasnya.

Di sela kesibukan, lanjut Ridwan, ibu rumah tangga (IRT) bisa memanfaatkan waktu luang dengan menanam cabai di lahan pekarangan atau menggunakanpolybag. Menurutnya, program ini mendapat pendanaan dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD). Untuk Gunungkidul, dialokasikan seluas 2 hektare atau setara 36 ribu polibagbibit cabai.

“Harapannya adalah melalui program tersebut harga cabai di pasaran dapat ditekan sertaIndonesia menjadi swasembada cabai sehingga tidak perlu impor,” tegasnya.

Bupati Gunungkidul Badingah menyambut baik program pusat tersebut. Ia mengatakan, tidak hanya cabai, upaya khusus program pemerintah dalam pencapaian swasembada pangan juga dilakukan pada komoditas lain. Seperti, padi, jagung, dan kedelai. “Selain itu program juga menyasar komoditas bawang merah dan cabai serta sektor peternakan, yakni sapi indukan wajib bunting,” kata Badingah.

Bupati berharap, bantuan bibit serta pengarahan dan motivasi bagi para PPL untuk mengawal dan pendampingan kelompok tani dalam program Gertam dan UPSUS 2017 bisa terlaksana dengan baik.(gun/hes)