DI Dusun Blendhung, Sumbersari, Moyudan, Sleman, terdapat sekitar 81 lansia produktif. Mereka tergabung dalam Bina Keluarga Lansia (BKL) Mugi Waras. Terbentuk pada 2012, BKL Mugi Waras mengajak warga yang berusia 60 tahun ke atas untuk terus aktif.

Ketua BLK Mugi Waras Hj Jumanah mengatakan, kegiatan yang dilakukan tak selalu berhubungan dengan kesehatan lansia saja. Kegiatan berkesenian seperti memainkan gejok lesung, alat musik angklung, rebana, kenthongan, karawitan, dan paduan suara juga mereka lakukan.

“Kalau main gejug lesung kami sambil menyanyikan lagu-lagu tradisional, ada guru yang mengajarkan bagaimana memukul lesung dengan ketukan yang pas dengan lagunya,” jelas Jumanah siang kemarin.

Karena semangat di usia senja dan kemampuan dalam memainkan gejuk lesung tersebut tak jarang para lansia inidiminta untuk mengisi di beberapa acara di luar desa mereka.

Selain itu mereka juga aktif dalam pelayanan sosial seperti merawat jenazah. Dari segi ekonomi, mereka juga membuat bermacam-macam makanan kecil untuk di jual di warung-warung sekitar rumah mereka seperti, roti, ceailan, lauk-pauk, tempe, dan lain sebagainya.

“Kerajinan seperti tikar, bros, dan kasur juga kami buat untuk menambah pendapatan anggota,” ungkapnya.

Selama menjalankan kegiatannya, BLK Mugi Waras didampingi oleh Dinas Sosial (Dinsos) DIJ. Dinsos tak hanya membantu secara finansial saja, pendampingan dalam pelayanan lansia home care dan day care juga diberikan kepada mereka.

Para lansia yang sudah tidak produktif dirawat dengan menjaga pola makan, pemenuhan gizi seimbang, memandikan, mengajak bicara, dan lain-lain.

Walaupun anggota BKL Mugi Waras adalah para lansia, tidak menutup kemungkinan untuk terus produktif dan bermanfaat bagi banyak orang. “Selain menyenangkan, juga terlatih untuk mandiri dalam melakukan banyak hal,” ungkapnya. (ita/ila/mg2)