RADARJOGJA.CO.ID–Pusat Laboratorium Forensik (Puslabfor) Mabes Polri Cabang Semarang kembali melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) di lokasi kebakaran. Kali ini, olah TKP dilakukan pada empat rumah di Godean yang terbakar Olah TKP yang kedua ini pun telah mendaoatkan hasil gambaran asal mula titik api.

Sebetulnya, upaya olah TKP seluruh lokasi di Gamping dan Godean selesai pada Selasa (7/2). Namun karena hujan yang mengguyur, olah TKP baru bisa dilakukan di empat rumah yang ada di Gamping.

Penyidik dipimpin Kasubid Fisika Forensik AKBP Teguh Prihmono. Di lokasi tempat yang terbakar, tim yang dipimpin perwira menengah ini melakukan pemeriksaan sisa-sisa kebakaran.

Selain melakukan pengambilan sisa barang yang terbakar, penyidik juga melakukan deteksi udara dengan alat bantu yang telah disiapkan.

Di hari kedua kemarin, olah TKP pertama dilakukan sekitar pukul 10.15 di rumah milik Sosro Diharjo, 60, di Rewulu Wetan, Sidokarto, Godean.

Selanjutnya, penyidik dari Puslabfor bergerak ke rumah milik Suparman yang berada di Rewulu Wetan RT 04 RW 21 Sidokarto, Godean. Seperempat jam kemudian penyidik sudah berada di rumah milik Slamet Hartanto dan Hargo yang semuanya berada di dalam satu lingkup RW hanya beda wilayah RT.

Penyidik juga melakukan upaya pemetaan di lokasi untuk mendapatkan gambaran titik asal api di setiap lokasi kejadian. Teguh menjelaskan, sampel yang diambil akan diolah ke Laboratorium Forensik untuk mendapatkan informasi mengenai keberadaan zat-zat yang menyebabkan terjadinya kebakaran.

Dari banyaknya sampel yang diambil dibutuhkan beberapa hari ke depan untuk bisa mendapatkan hasil uji laboratorium tersebut. “Paling cepat tiga hari,” jelas Teguh.

Sementara itu, Kapolres Sleman AKBP Burkan Rudy Satria menjelaskan, pihaknya masih menunggu hasil laboratorium forensik. Dengan proses yang sedang dilakukan, penyidik belum berhasil mengungkap motif dari aksi pembakaran yang disebut-sebut dilakukan oleh seorang pelaku tersebut.

“Biar hasil labfor keluar dulu, bisa jadi ada titik terang dugaan awalnya,” kata Burkan.

Seperti diketahui, telah terjadi aksi teror pembakaran rumah di delapan lokasi di wilayah Sleman pada Minggu (5/2) siang hingga malam. Kebakaran yang terjadi di wilayah Godean dan Gamping itu, dari penyelidikan yang dilakukan diduga pelakunya adalah seorang laki-laki yang mengendarai sepeda motor jenis bebek. Pelaku dengan mengenakan baju batik berwarna coklat dengan motif kotak-kotak.

Sosok lelaki tidak dikenal tersebut terekam kamera CCTV milik warga yang rumahnya tidak jauh dari lokasi kebakaran. Rekaman CCTV tersebut disebut-sebut sesuai dengan keterangan dari sejumlah saksi yang telah diperiksa oleh penyidik di Mapolres Sleman.(bhn/ila)