RADARJOGJA.CO.ID – Pembangunan sumber daya manusia (SDM) melalui pendidikan menjadi salah satu fokus yang akan dikerjakan oleh pasangan calon wali Kota Jogja Haryadi Suyuti (HS) dan calon wakil wali Kota Jogja Heroe Poerwadi (HP). Salah satunya dengan penyediaan bus sekolah di Kota Jogja.

HP mengatakan, sebagai wilayah yang tidak memiliki sumber daya alam, SDM merupakan yang akan diperhatikan. Di antaranya dengan memfasilitasi penyelenggaraan pendidikan yang berkualitas. “Salah satunya dengan menyediakan bus sekolah,” ujar HP saat menerima dukungan dari Sahabat Penggiat Pendidikan Swasta Jogja di Oemah Putih Sabtu (4/2).

HP juga memastikan pada masa kepemimpinannya bersama HS nanti, tidak ada lagi warga Kota Jogja yang tidak bersekolah. Untuk jenjang pendidikan TK, SD dan SMP yang masih dikelola Pemkot Jogja, akan diberikan subsidi pendidikan, segi untuk sekolah negeri bisa geratis dan sekolah swasta tidak mahal.

“Untuk SMA bantuan akan diberikan pada siswa yang memiliki bukti warga Jogja,” jelasnya.

Mantan Tenaga Ahli Wali Kota Jogja Herry Zudianto itu menambahkan guna meningkatkan mutu kualitas pendidikan, mengajak partisipasi tenaga pendidik untuk fokus menggali potensi dan ketrampilan peserta didik. Seperti penguatan kegiatan ekstrakurikuler. Kegiatan ekskul akan disesuaikan dengan kebutuhan dunia kerja. HP mencontohkan seperti ekskul pengecoran.

“Di Pandeyan ada usaha pengecoran yang kesulitan mencari tenaga kerja karena kemampuan ngecor, hal itu kan bisa dijawab dengan pelatihan di kegiatan ekskul,” ujarnya.

Ketua Komunitas Peduli Pendidikan Swasta Jogja Cahyono mengatakan dengan menyandang predikat kota pelajar dan budaya, kualitas pendidikan di Kota Jogja memang harus lebih ditingkatkan. Sehingga ke depan diharapkan mampu membentuk karakter pelajar yang soleh, cerdas, dan terampil serta mewujudkan tenaga pendidik dan kependidikan yang berkualitas tinggi dan sejahtera.

“Selain mendukung kami juga akan mengawal program sebagai wali kota – wakil wali kota periode 2017-2022 agar visi-misi di bidang pendidikan benar-benar terealisasi,” jelasnya. (pra/eri)