JOGJA – Satuan Tugas Sapu Bersih Pungutan Liar (Saber Pungli) Jogja tampaknya akan terus menindaklanjuti keberadaan praktik parkir menyalahi aturan. Hal itu didasarkan pada laporan dan keluhan yang terjadi di masyarakat.

Ketua Saber Pungli Kota Jogja AKBP Mujiyana menyebut penindakan terhadap praktek pulngli didasarkan pada aduan dan bukti yang kuat. Di Jogja, laporan masyarakat yang banyak masuk terkait dengan persoalan tarif parkir.

“Laporan yang masuk memang masih banyak persoalan. Laporan apapun tetap kita telusuri. Bukan hanya parkir saja,” jelas Mujiyana kemarin (31/1).

Menurut perwira dua melati di pundak, sebagai salah destinasi wisata, parkir menjadi fasilitas bagi wisatawan. Ketika fasilitas itu tidak memberikan kenyamanan karena pengelola dengan seenaknya menaikan tarif parkir, tentu hal itu bisa mencoreng citra Jogja.

Pengelola parkir, tidak bisa seenaknya menentukan tarif parkir sebab pemerintah daerah sudah mengeluarkan aturan yang mengatur tentang parkir.

Sejak dikukuhkan awal Desember, praktek parkir liar menjadi salah perhatian dari tim saber pungli. Tercatat, ada 5 pelaku juru pakir liar yang divonis bersalah melanggar Perda Nomor 5 tahun 2012 tentang retribusi jasa umum.
Dimana, hakim memvonis para juru parkir tersebut dengan denda Rp100.000 dan membayar biaya persidangan sebesar Rp1.000

Perwira menengah yang juga menjabat Wakapolresta Jogjakarta ini mengakui sanksi yang diberikan terbilang cukup ringan. Jika dihitung dari kerugian masyarakat, jumlahnya tak sebanding dengan sanksi yang diberikan.

“Kami akan terus tindak agar memberi efek jera,” katanya. (bhn/laz/mg2)