RADARJOGJA.CO.ID – Ujian Nasional Berbasis Komputer (UNBK) di Gunungkidul belum didukung jumlah perangkat komputer memadai. Mengatasi kendala tersebut, Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga (Disdikpora) Gunungkidul menganggarkan miliaran rupiah untuk pengadaan fasilitas.

“Tahun ini, Disdikpora menganggarkan Rp 4, 5 miliar untuk pengadaan komputer,” kata Sekretaris Disdikpora Gunungkidul Bahron Rosyid, Rabu (1/2).

Ia meneruskan, miliaran rupiah tersebut adalah pengadaan komputer di 61 SMP Negeri. Disdikpora menargetkan pengadaan 1.000 unit komputer dapat mendukung terlaksanannya UNBK seluruh SMP negeri pada tahun ini. “Memang, seluruh SMP sudah memiliki komputer. Namun jumlah yang dimiliki masih belum cukup untuk dapat menyelenggarkan UNBK, karena syarat menggelar UNBK menimal memiliki 20 unit komputer,” katanya.

Kalau nanti perangkat komputer masih kurang, kami akan bekerja sama dengan SMA atau SMK terdekat untuk memberikan pinjaman komputer. Dengan begitu, UNBK SMP dimungkinkan dilakukan di SMA atau SMK terdekat yang telah melaksanakan UNBK terlebih dahulu.

Kepala Bidang SMP Disdikpora Gunungkidul Kusmanto mengakui, belum semua SMP memiliki sarana penunjang memadai untuk menyelenggarkan UNBK. Kalaupun setiap sekolah ada fasilitas, perangkat komputer yang digunakan belum dipastikan memiliki spesifikasi untuk UNBK.”Kendala yang lain, sejumlah sekolah juga masih terkendala dalam mengakses jaringan intenet.” Kata Kusmanto.

Lebih jauh Kusmanto memaparkan, tahun 2016, baru ada empat SMP yang bisa menyelenggarakan UNBK. Yaitu, SMP N 1 Ponjong, SMP N 1 Wonosari, SMP N 1 Karangmojo, dan SMP N 1 Patuk.

Setelah perangkat komputer untuk UNBK terbeli, tinggal memastikan kesiapan masing-masing sekolah. Jika masih mengalami kekurangan, akan dikomunikasikan dengan sekolah SMA dan SMK yang selesai melakukan ujian. “Dengan begitu, jumlah sekolah yang bisa melaksanakan UNBK di tahun ini dapat meningkat,” katanya.(gun/hes)