RADARJOGJA.CO.ID – SLEMAN – Sleman masih men-jadi wilayah favorit wisatawan luar daerah. Buktinya, selama musim libur Natal 2016 dan per-gantian tahun, ribuan wisatawan domestik memadati sejumlah destinasi andalan Bumi Sem-bada. Di antaranya, kawasan lereng Gunung Merapi. Museum Gunungapi Merapi (MGM) di Hargobinangun, Pakem men-jadi daya tarik tersendiri.

Museum yang berisi koleksi benda-beda sisa dampak erup-si 1994, 1996, dan 2010 mampu memikat pengunjung. Apalagi, destinasi edukasi ini juga me-nyajikan sejarah Gunung Me-rapi dari 1990-2010. Berikut simulasi terjadinya erupsi.

“Rata-rata yang berkunjung ke MGM rombongan keluarga. Hari ini saja tercatat lebih dari empat ribu tiket terjual. Baik untuk kunjungan museum mau-pun menonton film tentang Me-rapi,” ungkap Plt Kepala UPT MGM Suryani kemarin (1/1).

Ya, diorama erupsi Merapi dan film sejarah gunung paling aktif di Indonesia itu memang selalu meng-gugah rasa penasaran wisatawan luar Sleman. Terlebih saat erupsi 2010 awan panas (wedus gembel) dan banjir lahar menelan ratusan korban jiwa. Termasuk Sang Juru Kunci Mbah Marijan, yang juga bintang iklan salah satu produk jamu ternama itu.

Suryani mengatakan, angka kun-jungan 2016 di MGM melebihi target pendapatan. Mencapai Rp 1,8 miliar. Atau 115 persen dari angka yang ditargetkan. “Total pengunjung hingga 31 Desember 2016 mencapai 223.726 wisatawan. Sebanyak 1.254 orang di antaranya wisatawan asing,” paparnya.

Andrew Setiawan, 30, salah se-orang pengunjung MGM, me-nuturkan, sengaja memilih mu-seum di kaki Merapi itu untuk menambah wawasan bagi anak-anaknya. Baginya, Gunung Me-rapi memiliki arti penting bagi warga Jogjakarta.

“Kebetulan saya lahir di Jogja-karta. Saya ingin anak-anak kenal sejarah erupsi Merapi. Tadi sem-pat berkunjung ke kawasan Ka-liurang, sekalian mampir MGM,” ujar wisatawan asal Jakarta ini.

Kepadatan pengunjung juga terpantau di Kompleks Taman Wisata Candi (TWC) Prambanan. Bahkan, untuk memenuhi ke-butuhan pengunjung, manaje-men taman menambah bebe-rapa fasilitas. Di antaranya kantong parkir dan jasa pernye-waan pakaian tradisional.

Kepala Bidang Operasional PT TWC Prambanan Wiharjanto mengaku ada lonjakan pengunjung secara signifikan kali ini. Jika pada hari-hari biasa tingkat kun-jungan normal rata-rata menca-pai tiga ribu pengunjung. Semen-tara saat liburan tercatat menca-pai 25 ribu wisatawan per hari.

“Jumlah ini turut menopang angka kunjungan tahunan. Ca-tatan sementara mencapai lebih dari 2 juta wisatawan di 2016. Meningkat dari tahun sebelum-nya sebanyak 1,8 juta pengun-jung,” katanya. (dwi/yog/ong)