RADARJOGJA.CO.IDAksi klithih yang berujung dengan pembacokan sampai menewaskan siswa SMA Muhammadiyah I Kota Jogja, Adnan Wirawan Aryanta, banyak pihak yang mengkhawatirkan melebar ke isu SARA. Ini tak lepas dari latar belakang pelaku yang merupakan geng pelajar dari sekolah berbeda.

Tapi, Gubernur DIJ Hamengku Buwono X yakin masyarakat Jogjakarta tidak akan terseret ke isu SARA terkait maraknya kasus klithih belakangan ini. “Saya kira nggak sampai menggeser ke isu SARA. Masyarakat Jogja pasti sudah paham,” ujarnya.

Raja Keraton itu juga meminta hukuman yang bisa memberi efek jera bisa menyasar ke calon-calon pelaku lain. Ini biar ada langkah antisipatif tidak berbuat hal yang sama.

“Jangan hanya diserahkan kembali ke orang tua, tapi beri efek jera. Termasuk yang sudah niat,” tandas HB X.

Wakil Gubernur Paku Alam X mengatakan, peranan keluarga dan orang tua sangat penting dalam mendidik anak. Sebab, perhatian dan kasih sayang orang tua juga bisa jadi akar permasalahan munculnya tindak kriminalitas yang dilakukan anak-anak dan remaja.

Apalagi, lanjut Wagub, tindak kriminalitas seperti yang dilakukan gerombolan klithih didominasi usia remaja atau SMP dan SMA. Di mana usia-usia tersebut masih membutuhkan perhatian dan pengawasan orang tua.

“Jangan-jangan kita sebagai orang tua juga yang salah karena terlalu sibuk, sehingga perhatian pada anak kurang. Ini yang harus diperhatikan,” katanya. (dya/eri)