RADARJOGJA.CO.ID– Calon Wakil Wali Kota Jogja Heroe Poerwadi menyempatkan untuk membeli lurik dan tas, saat berkampanye di sentra indutri kulit RT 55 RW 13 di Keparakan Kidul Mergangsan Jogja Selasa (13/12). Hasil kerajinan dari warga setempat diakui Heroe tidak kalah dengan produk daerah lain.

“Kualitasnya bagus, yang dijual di Malioboro ternyata juga hasil kerajinan di Keparakan ini,” ujarnya.

Menurut pasangan Haryadi Suyuti itu di Keparakan Kidul yang sebelumnya dikenal sebagai sentra industri kulit, ternyata juga memiliki perajin lain. Bahkan sudah banyak mendapat pesanan dari dalam kota maupun luar daerah.

[ad id=”34932″]
“Ini membuktikan jika kampung kreatif serius digarap bisa dikembangkan menjadi kampung produktif,” ungkapnya.

Heroe mengatakan, di RT 55 saja terdapat 40 perajin, jika setiap perajin memiliki lima orang pekerja, berarto total bisa menyerap 200 pekerja. “Bahkan tadi ada yang bilang per hari bisa dapat Rp175 ribu, tinggal dikembangkan saja,” ungkapnya.

Meski diakui pasangan calon nomor urut dua itu, menurut para perajin di Keparakan Kidul masih memiliki kendala berupa akses jalan kampung yang sempit serta tempat parkir untuk pengunjung yang belum memadai. Menurut Heroe, sentra indutri kulit yang lokasinya berdekatan dengan Kali Code itu memang perlu dicarikan solusi bersama, supaya terdapat lokasi parkir yang nyaman.

“Harapanya tidak hanya dijual di Malioboro saja, tapi juga bisa didatangi wisatawan untuk berbelanja langsung,” ujarnya.

Setelah merampungkan persoalan infrstruktur, menurut Heroe selanjutnya terkait dengan kreatifitas produk. Untuk hal itu, dirinya berharap ada kolaborasi bersama antara Pemkot Jogja, kalangan industri dan akademisi untuk memberi pelatihan pembuatan model yang beragam. “Tentunya yang juga ahrus diperhatikan terkait dengan standar dan hak paten,” pesannya. (pra/eri)