RADARJOGJA.CO.ID-Memanfaatkan teknologi pesawat tanpa awak atau drone menjadi pilihan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Purworejo dalam melakukan pemantauan bencana. BPBD memiliki dua pesawat sendiri dan satu pesawat milik perseorangan yang diperbantukan untuk memantau kondisi terakhir bencana longsor maupun banjir yang kerap melanda. Harapannya, bisa membantu mencari informasi luasan lahan yang terdampak banjir. Mengingat selama ini hanya bisa diperkirakan saja, tanpa bisa mengetahui jumlah pasti.

“Adanya drone akan bisa mengetahui secara efektif dampak dan luasan banjir yang terjadi. Ini sangat membantu mengambil langkah penanggulangan secara tepat,” kata Kepala Pelaksana BPBD Purworejo Boedi Hardjono.

Menurut Boedi, beberapa daerah di Kabupaten Purworejo menjadi kawasan langganan banjir dan genangan, ditambah butuh waktu lama untuk bisa surut. Armada darat sering kesulitan memasuki lokasi. Menggunakan drone yang ada, bisa dilakukan pantuan hingga ketinggian maksimal 300 meter. Hal itu dinilai cukup untuk menggambarkan luasan lahan yang terkena bencana.

“Di lokasi longsor juga bisa diturunkan untuk mencapai lokasi yang sulit. Kita harapkan adanya alat ini akan semakin memudahkan kita memetakan wilayah terdampak,” tuturnya.

Dalam menjalankan alat yang ada, Boedi mengaku mendapat pendampingan dan pelatihan dari Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) . Secara khusus, staf dari BNPB datang ke Purworejo memberikan panduan kepada petugas yang ditunjuk.

|Kita memiliki beberapa pegawai yang memiliki pengetahuan khusus tentang pengoperasian alat itu,” tandasnya. (udi/dem)