RADARJOGJA.CO.IDCurah hujan yang turun dengan intensitas cukup tinggi akhir-akhir ini berdampak pada rusaknya sebagian besar jalan nasional yang berada di jalur selatan. Seperti halnya yang terpantau di Jalan Raya Purworejo-Jogjakarta, tepatnya di Desa Dadirejo, Kecamatan Bagelen, Purworejo. Jalan yang berlubang dan telah ditambal, kini mengalami kerusakan lagi. Aspal telah mengelupas di sebagian titik.

“Pemerintah tidak serius menangani jalan disini. Hanya tambalan jalan rusak ya percuma. Tidak akan lama,” kata Munawir, 57, warga Dusun Jurangkah, Desa Dadirejo, Bagelen, Purworejo

Perlakuan jalan berlubang dengan tambal sulam, justru cukup memprihatinkan kondisi jalan nasional. Pola ini dianggap bukannya menyelesaikan masalah, penanganan ini menambah masalah baru lagi. Karena lubang yang telah ditutup, justru permukaannya lebih tinggi.

“Harusnya penambalan jalan ya serius. Dikelupas dulu baru disiram aspal. Itu akan awet,” tutur Munawir.

Dikatakannya, dengan perawatan kecil dan hanya tambalan biasa akan berumur pendek. Kerusakan itu juga kerap memicu kecelakaan utamanya kendaraan roda dua.

“Kalau kecelakaan sudah tidak bisa dihitung lagi. Biasanya naik kendaraannya cepat tiba-tiba mendapati lubang dan tidak bisa menghindar. Banting ke kiri turun ke bahu jalan ya langsung jatuh,” ungkapnya.

Anggota Komisi B DPRD Purworejo Sugeng Santoso meminta Pemkab sebagai pemilik wilayah bisa mendorong penanggungjawab jalan untuk melakukan perbaikan segera meski hanya perawatan.

“Akhir tahun biasanya lalu lintas akan meningkat. Banyak kendaraan luar kota akan menggunakan jalan di wilayah Purworejo,” tandas Sugeng. (udi/dem)