TADI malam, GOR UNY menjadi saksi serunya big match antara tim cowok SMP Budi Mulia Dua (BMD) dan SMP Stella Duce 1 (Stece). Stece menghentikan langkah BMD yang tahun lalu menjadi finalis Junio JRBL. Stece keluar dari tekanan BMD dan menang 35-25.

Unggul di kuarter pertama dengan 10-7, Stece konsisten hingga kuarter empat berakhir. Meski di kuarter ketiga, konsentrasi mereka pecah oleh pemain BMD. Stece pun mulus melenggar ke big eight.

Pada game cowok lain, SMPN 4 Pakem (Pradnyasiwi) juga meraih tiket big eight. Mampu mengungguli permainan SMP Joannes Bosco, Pradnyasiwi menutup game 27-10.

Tim asuhan Zulfi Kusuma ini begitu menikmati pertandingan. Main lepas membuat tim asuhannya mampu meraih poin lebih banyak dari Joannes Bosco.

Ade Richard Arrahman dkk menguasai lapangan dengan pola permainan cepat. Kuarter pertama berhasil mereka kuasai. Dengan permainan yang cukup konsisten, timnya terus memimpin di setiap kuarter.

“Motivasi untuk menang semakin bertambah karena tahun lalu anak-anak kalah di babak pertama dari Joannes Bosco,” ujar Coach Zulfi.

Meski jadi tim kuda hitam, Pradnyasiwi bertekad menembus semifinal. “Kami yakin materi pemain sekarang bisa sampai semifinal,” ujarnya.

Tiket big eight juga dikantongi tim cowok SMP Pangudi Luhur (Espeelsa) setelah menaklukkan SMPN 6 Jogja (Zhedoz) 31-9. Juara Junio JRBL tahun lalu ini tidak memberikan peluang, defense rapi mereka terapkan. (dya/iwa)