GUNUNGKIDUL – Nasib puluhan koperasi di Kabupaten Gunungkidul tidak menentu. Koperasi simpan pinjam, pertanian, dan peternakan, serba usaha, hingga koperasi pegawai, semuanya kolaps.

Kepala Bidang Koperasi Dinas Perindustrian Perdagangan Koperasi dan Pertambangan Kabupaten Gunungkidul Sigit Suhadi mengatakan, jumlah koperasi ada 306 unit.

“Namun 55 koperasi diketahui tidak aktif alias mati suri,” ungkap Sigit Suhadi Senin (5/9).

Sigit meneruskan, upaya penyelamatan terhadap koperasi gagal dilakukan. Pihaknya menugaskan sejumlah personel untuk mendata ulang koperasi. Dengan begitu, kondisi koperasi terpantau.

“Jika masih bisa dioperasionalkan, nanti diupayakan hidupkan kembali,” ujarnya.

Ia mengungkapkan, matinya koperasi tersebut banyak penyebab. Di antaranya, sumber daya manusia (SDM) yang rendah, sehingga pengelolaan bisnis koperasi menjadi tidak sehat. Selain persoalan SDM, juga minimnya suntikan dana stimulan.

“Kami tidak bisa memberikan bantuan dana untuk koperasi, karena anggaran minim dan terkendala mekanisme pemberian bantuan dana,” ungkapnya.

Kepala Dinas Perindustrian Perdagangan Koperasi dan ESDM Gunungkidul Hidayat mengaku, siap melakukan pendampingan pada koperasi. Tahun ini pemkab menargetkan 20 koperasi bisa terbentuk.(gun/hes)