PURWOREJO – Pernyataan Mendikbud Muhadjir Effendy terkait kebijakan full day school tidak perlu dengan reaktif. Belum tentu wacana itu akan bergulir menjadi kebijakan, menyusul banyaknya tanggapan dari masyarakat.

Hal ini disampaikan anggota Komisi X DPR RI Bambang Sutrisno saat berada di Purworejo, kemarin (10/8). Hanya, wakil rakyat dari Partai Golkar ini menyayangkan wacana yang digulirkan Muhadjir di awal kepemimpinannya sebagai menteri.

“Seharusnya jangan langsung menyampaikan itu kepada masyarakat. Karena jelas mereka akan bereaksi,” kata Bambang. Ia sendiri mengaku saat munculnya wacana itu, seluruh anggota DPR RI tengah mengikuti kegiatan reses, sehingga belum bisa mendengarkan penjelasan langsung dari Mendikbud.

“Terus terang kalau bicara lebih jauh saya belum bisa karena belum mengetahui secara persis arah wacana itu,” tambahnya.

Sebelum beranjak kepada masalah wacana, Bambang sendiri cukup kaget dengan pergantian Mendikbud yang sebelumnya dijabat Anies Baswedan. Dirinya mendengar akan ada reshuffle kabinet, tapi tidak menduka jika mendikbud yang kena.

“Boleh-boleh saja wacana digulirkan, tapi ya sebelumnya disampaikan ke DPR dulu dan kita bahas bersama. Tidak seperti ini caranya,” katanya.

Adanya kegiatan reses, juga disikapinya dengan menyerap sebanyak-banyaknya aspirasi dari masyarakat. Di satu sisi bagi masyarakat kota itu tidak menjadi masalah. Namun akan sangat terasa bagi masyarakat di pedesaan.

“Kita tahu fasilitas pendidikan di desa belum optimal. Apa iya mereka harus dipaksakan belajar di tempat yang infrastrukturnya belum lengkap,” tambahnya. (udi/laz/ong)