DIBAGIAN LAIN, peserta Indo-nesia Scouts Challenge (ISC) 2015-2016 bersama Antangin Junior bersama Kabupaten Gunungkidul telah melakukan persiapan jelang perlombaan. Hal tersebut disam-paikan Bupati Gunungkidul, Badingah.

“Tolong pembina melakukan pen-dampingan regu masing-masing sekolah. Jangan konsentrasi pada hadiah, namun yakinlah kegiatan ISC sangat bermanfaat untuk anak didik,” kata Badingah kepada Radar Jogja.

Dikatakan, pendamping tentu sudah tahu persis bekal materi dan contoh perlombaan kepada setiap pembina. Hal-hal urgen seperti pertolongan pertama pada gawat darurat (PPGD) harus betul-betul diperhatikan. “Harapannya kegiatan ISC ber jalan sesuai dengan harapan,” ujarnya.

Dari informasi yang diperoleh, ISC pertama kalinya ini diikuti 1000 anggota Sekolah Dasar (SD) dan berjumlah 100 regu. Satu regu sendiri diikuti sejumlah 10 anak. Menurut Badingah, hadiah terbang ke Amerika Serikat itu hanyalah se-kedar bonus.

“Sebenarnya harapan lain yang ingin dicapai dalam perlombaan ISC bersama Antangin Junior. Yakni, gerakan pramuka yang membentuk karakter, rasa kebangsaan dan kecakapan,” tegasnya.

Menurut Badingah, kegiatan ISC membuka mata semua pihak menge-nai kegiatan Pramuka masa kini. Kegiatan Pramuka dalam ISC sang-at relevan dengan perkembangan jaman. Setelah melihat gambaran kegiatan melalui video, pihaknya yakin sangat positif bagi per-kembangan anak.

“Tadi saya lihat, dalah satu kegiatan ISC sangat beragam dan inovatif. Saya yakin anak-anak senang,” jelasnya.

Sebelumnya, perwakilan dari Jawa Pos Grup Joko Suhendro mengatakan, ISC 2015-2016 bakal bergulir di tujuh provinsi. Mulai dari Banten, jawa Barat, DKI Jakarta, Jogjakarta, Jawa Tengah, Jawa Timur, dan Bali.

“Kompetisi kepramukaan tersebut, akan hadir dengan konsep lebih fun, keren, gembira, dan asyik,” katanya.

Dijelaskan, kegiatan ISC diadakan mulai dari tingkatan kabupaten, provinsi, hingga nasional, pemenang kegiatan ini akan diberi hadiah berangkat ke Amerika Serikat (AS). Sebelum memenangkan tiket ke AS, para peserta harus melalui sistem seleksi ketat. Mereka harus menjadi yang terbaik pada Regional Cham-pionship di kota atau kabupaten masing-masing baru mereka berhak melaju ke tingkat provinsi.

Berikutnya, para juara regional bersaing di Province Championship dengan pemenang dari regional lain. Tahap puncak, para pemenang Province Championship bertarung di National Championship dan akan dipilih satu regu putra dan putri terbaik untuk merebut hadiah jalan-jalan ke Amerika Serikat.

“Jangan berkecil hati, pengalaman penyelenggaraan sebelumnya peraih tiket ke AS justru pelajar dari daerah,” tandas Joko. (gun/dem/ong)