Gunawan/Radar Jogja
BERLANJUT: Anggota polisi korban pengeroyokan, Bripka Tri Budi Utama (kanan), dijenguk Kapolres Gunungkidul AKBP Nugrah Trihadi di RSUD Wonosari, kemarin (25/7).
GUNUNGKIDUL – Kasus dugaan penyaniayaan anggota polisi oleh oknum anggota dewan mendapat perhatian serius dari petinggi Polres Gunungkidul. Kapolres AKBP Nugrah Trihadi menjenguk anggotanya di rumah sakit, sekaligus meminta keterangan kronologi kejadian.

“Mengorek keterangan dari korban, kebetulan anggota polisi sudah kami lakukan. Tentu tidak cukup dengan keterangan satu pihak,” kata Kapolres Gunungkidul AKBP Nugrah Trihadi saat menjenguk korban di RSUD Wonosari, kemarin (25/7).

Karena itu pihaknya meminta kepada semua pihak untuk bersabar menunggu proses hukum yang tengah dilakukan petugas. Pengumpulan keterangan saksi-saksi diperlukan agar penanganan perkara dugaan kasus penganiayaan dapat terungkap.

“Proses hukum terus berjalan, dan sekarang tinggal menunggu hasil pemeriksaan yang dilakukan Satreskrim Polres Gunungkidul,” ujarnya.

Mengenai dugaan keterlibatan oknum anggota dewan dalam kasus penganiayaan, Nugrah Trihadi belum dapat menarik kesimpulan. Keterangan awal dari korban, sesaat sebelum kejadian memang tengah melakukan penyelidikan kasus di TKP.

“Lalu mendengar suara teriakan, masuk ke dalam dan terjadi pemukulan. Namun karena situasnya gelap, kami belum dapat memastikan siapa yang melakukan penganiayaan,” terangnya.

Terpisah, anggota DPRD Gunungkidul Agus Joko Kriswanto yang namanya disebut-sebut terlibat dalam penganiayaan, mencoba memberikan klarifikasi. Kepada Radar Jogja dia mengatakan bahwa pihaknya tidak terlibat dalam pengeroyokan itu.

“Memang benar malam itu saya berada di lokasi kejadian. Saya mendengar keributan lalu masuk dan situasinya sudah ramai. Terjadi pengeroyokan dan saya melerai. Sekali lagi, saya melerai, bukan menganiaya,” kata politisi PDIP ini.

Namun, belakangan namanya justru dikaitkan dengan peristiwa penganiayaan. Dia menduga tuduhan itu dilontarkan sepihak. Pihaknya memaklumi lantaran pada saat kejadian situasinya kacau balau. “Jadi, ketika melerai saya juga reaktif. Intinya, malam itu saya berpikir agar suasana kembali tenang,” ucapnya.

Seperti diberitakan, pengeroyokan menimpa seorang anggota polisi dari Satreskrim Polsek Paliyan, Bripka Tri Budi Utama. Peristiwa ini berlangsung Minggu (24/7) dini hari sekitar pukul 01.45 di tempat karaoke TJ Grogol, Karangmojo.

Ketiga nama terduga pelaku penganiayaan sudah dikantongi petugas, salah satunya disebut-sebut oknum anggota DPRD Gunungkidul. Mereka adalah Atok, Endro dan Agus Joko Kriswanto. (gun/laz/ong)