JOGJA – Gubernur DIJ Hamengku Buwono (HB) X meminta kasus yang terjadi di asrama Papua di Kemasan, Jogja beberapa waktu lalu tidak perlu diperpanjang. Bahkan HB X sudah menjelaskan langsung ke Komnas HAM yang menemuinya.

Kemarin (20/7), komisioner Komnas HAM Natalius Pigai menemui Gubernur DIJ HB X di Kepatihan. Ditemui seusai pertemuan, HB X mengatakan, dalam pertemuan tersebut hanya menjelaskan tugasnya sebagai kepala daerah. “Hanya menjelaskan apa yang saya lakukan, Forkominda kan pembina teritorial,” ujar HB X.

Menurutnya seperti tahun lalu, aksi mahasiswa Papua tersebut juga tidak diizinkan. Hanya diperbolehkan melakukan kegiatan di dalam asrama Papua di Jalan Kusumanegara, Jogja. “Dan kami setuju cukup di asrama tidak keluar,” lanjutnya.

Dalam waktu dekat, HB X juga akan bertemu dengan perwakilan organisasi masyarakat di DIJ. Menurut dia, pertemuan tersebut merupakan inisiatif dari ormas, yang meminta bertemu dengannya. “Memangnya saya butuh bolo, wis rasah diperpanjang,” tuturnya.

Sementara itu, komisioner Komnas HAM Natalius Pigai mengaku dalam pertemuan dengan HB X menyampaikan tugas pemerintah untuk penghormatan dan perlindungan terhadap HAM. “Termasuk untuk menyampaikan pendapat,” tegasnya.

Pigai mengatakan, pihaknya menyoroti adanya dengan ujaran kebencian, kekerasan fisik maupun verbal hingga tindakan intoleransi. “Komnas HAM concern pada pelaksanaan HAM, di seluruh wilayah Indonesia,” ujarnya. (pra/ila/ong)

Baca Juga : Mereka Anak Saya Yang Perlu Dislentik