MUNGKID – Umat Buddha melakukan Tipitaka Chanting dan Asadha Mahapuja 2560/2016 di kompleks Candi Borobudur. Tujuan diadakan Pujabakti tersebut untuk melestarikan budaya membaca Tipitaka yang telah dilakukan 500 siswa mulia (arahat) pada konsil pertama.

Selain itu, untuk menjaga dan mempertahankan kemurnian Dhamma dengan mengulang kembali Tipitaka Pali yang memuat kotbah autentik Buddha Gotama.

“Perayaan asadha ini untuk mengulang ajaran Buddha Gotama yang dulu disampaikan melalui lesan. Kemudian ditulis menggunakan bahasa Pali,” ungkap Ketua Panitia Indonesia Tipitaka Chanting dan Asadha Mahajupuja 2560/2016 Bante Dhammakaro Mahathera Minggu (17/7).

Tujuan mengulang kembali ajaran Buddha agar umat selalu diingatkan untuk berbuat kebijakan, menghindari kejahatan, dan memurnikan pikiran. Mereka melakukan acara ini selama tiga hari, mulai Jumat (15/7).

Usai pembacaan Tipitaka dan Pujabakti Agung, dilanjutkan kirab Mahapuja untuk memberikan penghormatan pada Buddha Gotama. Umat berjalan sekitar 3 km dari Candi Mendut ke Candi Pawon dan finis di Candi Borobudur.

“Kami melestarikan ajaran Buddha dengan menggelar Asadha Mahapuja,” jelasnya.

Bante Dhammakaro mengatakan, Tipitaka merupakan kitab suci agama Buddha yang menyimpan ajaran Buddha yang telah dibeberkan Buddha Gotama lebih dari 2.600 tahun. Tipika berisi semua kotbah, aturan kehidupan kebhikkhuan, dan falsafah agama Buddha.

“Para Bhikkhu dan umat Buddha akan membaca kembali kotbah Buddha untuk mengajarkan kebenaran. Sekaligus mendoakan kemajuan bagi manusia,” katanya.

Sedangkan Asadha merupakan salah satu hari besar agama Buddha dan merupakan peristiwa penting pada tahun 588 SM, saat Buddha Gotama pertama kali memberikan kotbahnya. Peristiwa tersebut sangat monumental. Karena dengan dasar cinta kasihnya pada semua mahluk tersebut, sang Buddha berkenan mengajarkan jalan untuk pembebasan dari penderitaan bagi semua makluk tersebut. Acara ini memperkokoh keyakinan umat Buddha Sang Tiratama agar terbentuk benteng moral yang kokoh dalam menjalankan kehidupan yang bermoral, berbudi pekerti luhur dan mendoakan kemajuan dan kesejahteraan bangsa.

Kepolisian Resort Magelang menerjunkan 120 personel dan juga melibatkan TNI . Petugas juga menggandeng tim jihandak dari Polres Magelang untuk sterilisasi tempat puja bhakti.

“Para personel yang terlibat pengamanan untuk tetap waspada. Karena ancaman terorisme masih tinggi,” kata Kapolsek Borobudur AKP Amin Supangkat.

Supangkat menekankan, dalam pengamanan lebih berhati hati untuk menjaga keselamatan. Mengingat peserta bukan saja umat Buddha dari Indonesia. Namun juga dihadiri umat Buddha dari luar negeri.(ady/hes)