BANTUL – Pemkab Bantul meyakini populasi penyu di kawasan pantai selatan tetap terjaga. Meskipun, gelombang tinggi air laut kerap melanda kawasan tersebut setiap tahun.

Kasi Pemberdayaan Masyarakat Pesisir, Dinas Kelautan dan Perikanan Istiwasono mengklaim, terjaganya populasi salah satu hewan langka itu tak lepas atas keberhasilan program konservasi pantai selatan. Program itu diyakini mampu menghasilkan ribuan tukik (anak penyu). “Sedikitnya ada empat lokasi konservasi yang masih aktif. Di Pantai Pelangi, Gading Mas, Goa Cemara, dan Pandansimo,” paparnya disela pelepasan 40 ekor tukik di Pantai Pelangi oleh jajaran Pengurus Cabang Muhammadiyah (PCM) Kretek kemarin (15/7) sore.

Empat area konservasi itu mampu menetaskan kurang lebih lima ribu telur setiap tahunnya.

“Di Pantai Pelangi ada sembilan sarang. Setiap sarang menetaskan 60 telur,” lanjut Istiwasono.

Telur-telur penyu diperoleh pengelola konservasi dari pinggir pantai. Penyu bisa bertelur di darat atau pasir pantai. Setelah bertelur penyu akan kembali ke laut. Jika tidak segera diselamatkan, kata Istiwasono, telur-telur itu akan hilang dimangsa predator atau akibat ulah tangan jahil manusia.

” Disinilah pentingnya peran tempat konservasi. Tanpa itu kami tak bisa mengontrol. Apalagi kalau dibiarkan di alam lepas,” ucapnya.

Diakui, konservasi penyu bukan perkara gampang. Selain harus “bersaing” dengan predator, kondisi cuaca yang tak menentu menjadi kendala tersendiri. Tak jarang, telur penyu gagal menetas akibat kelembaban dan cuaca ekstrem. Di Pantai Pelangi, misalnya. Dalam satu sarang hanya sekitar 70 persen telur penyu yang menetas. “Tapi daya tetas di sini terbilang cukup tinggi dibanding lokasi lain,” bebernya.

Guna menjaga eksistensi penyu, Istiwasono mengimbau masyarakat dan pengunjung pantai ikut berperan menjaga area konservasi. Caranya, menjaga kebersihan pantai selatan. Itu lantaran penyu hanya memilih pantai yang bersih untuk bertelur.

Wakil Ketua III PCM Kretek Isyudi mengatakan, pelepasan tukik merupakan bentuk pelestarian alam yang menjadi salah satu program lembaganya. Langkah tersebut untuk memberi contoh bagi elemen lain agar sudi melakukan kegiatan serupa. “Karena itu kami libatkan seluruh elemen masyarakat. Termasuk siswa dari SD hingga SMK,” katanya.(zam/yog/ong)