KULONPROGO-Sebanyak 13 warga Pedukuhan Dlaban, Sentolo, terserang penyakit Demam Berdarah Dengue (DBD). Dinas Kesehatan Kulonprogo mensinyalir, ini merupakan pola enam tahunan. Karena itu, warga diimbau untuk selalu waspada dan menggiatkan pemberantasan sarang namuk (PSN).

Kepala Dukuh Dlaban Marno mengungkapkan, DBD menyerang warga sejak pertengahan Juni lalu. Awalnya hanya satu orang. Namun kemudian bertambah hingga total mencapai 13 orang dari tiga RT di Pedukuhan Dlaban.

Karena korban terus bertambah dan kasus itu langsung dilaporkan ke Puskesmas Sentolo I. Dan itu sudah ditindaklanjuti dengan memeriksa masing-masing rumah yang terindikasi, termasuk mengambil sampel sumber air. “Penampungan air yang ditemui petugas memang banyak jentik-jentiknya. Di antaranya ada bak penampungan air dan sumur yang sudah tidak dipakai menjadi sarang jentik,” ungkap Marno, kemarin (13/7).

Serangan DBD itu diduga karena banyak vektor nyamuk yang menyeberang ke pedukuhannya. Telebih wilayah Sentolo Kidul sempat di-fogging. Sehingga, ada kemungkinan nyamuk-nyamuk berpindah.

Sebagian RT yang banyak yang terkena DBD sebetulnya sudah diingatkan untuk menggiatkan PSN. Namun kenyataannya belum seluruhnya sadar terhadap lingkungannya. “Memang perlu kerja keras untuk menyadarkan masyarakat untuk PSN agar tidak dijadikan sarang nyamuk. Rencana Minggu (17/7) mendatang akan diadakan PSN massal,” jelasnya.

Kepala Bidang Pemberantasan Penyakit dan Penyehatan Lingkungan Dinas Kesehatan Kulonprogo Baning Rahayu Jati menegaskan, saat ini pihaknya baru melakukan validasi. Sebab, pasien tidak dirawat di satu rumah sakit saja. Menurutnya, jika masyarakat menilai itu DBD, namun tanpa ada laporan medis dari rumah sakit belum bisa dipastikan itu DBD.

“Kalau memang terbukti DBD dan terjadi penularan di lokasi tersebut, diperlukan dan sesuai prosedur maka akan dilakukan fogging secepatnya. Siklus enam tahunan memang perlu diwaspadai,” tegasnya. (tom/din/ong)