ABRAHAM GENTA BUWANA/RADAR JOGJA
MUDIK LANCAR: Menteri Perhubungan Ignasius Jonan berbincang dengan salah satu penumpang kereta api di Stasiun Tugu Jogjakarta, kemarin (16/6).
JOGJA – Kesiapan angkutan Lebaran 2016 harus benar-benar dipastikan. Sebab, kesiapan angkutan bisa meminimalkan kecelakaan lalu lintas (laka lantas) selama arus mudik dan balik nanti. Kemarin (16/6), Menteri Perhubungan Ignasius Jonan memastikan semua armada dan infrastruktur angkutan lebaran bisa digunakan maksimal.

Sekitar pukul 02.00, dia meninjau ke Stasiun Tugu Jogjakarta. Di sana dia meninjau gerbong kereta api, sarana dan prasarana yang ada, hingga berbincang dengan sejumlah penumpang. Jonan mengungkapkan, sudah menginstruksikan untuk memaksimalkan kereta tambahan dan cadangan. Hanya, dia sedikit mempertanyakan adanya pembenahan yang dilakukan di stasiun yang tak dilakukan jauh-jauh hari.

“Ini kok melakukan pembangunan tidak jauh-jauh hari. Apa tidak membahayakan untuk penumpang,” ujarnya setengah bertanya kepada Kepala PT KAI Daops VI Jogja Hendy Helmy.
Tak hanya ke stasiun saja, kesiapan Bandara Adisutjipto juga diperiksa. Menurutnya, semua armada dan insfrastruktur tak akan ada yang luput dari pemeriksaan demi keselamatan pemudik. “Terutama untuk transportasi umum. Pemeriksaan keseluruhan ditarget selesai 23 Juni besok,” ungkapnya.

Jonan menegaskan, telah menginstruksikan kepada semua kepala dinas perhubungan di tingkat provinsi, kabupaten, dan kota untuk melakukan pemeriksaan kelayakan kendaraan‎. Kalau ada kendaraan yang tidak layak, tidak boleh beroperasi.

“Kami juga terus berkoordinasi dengan kepolisian untuk mengurangi tingkat kecelakaan di jalan raya. Terutama bagi mereka yang menggunakan kendaraan pribadi. Baik roda empat maupun roda dua,” tuturnya.

Sementara itu, di hari yang sama, Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Jogja juga melakukan uji kelayakan kendaraan umum. Selama tiga hari sejak kemarin (16/6) sampai Sabtu (18/6) akan melakukan pengecekan bus.

Pengecekan ini dilakukan dengan memeriksa semua bus yang masuk di Terminal Giwangan. Pengecekan meliputi rem, lampu, dan beberapa persyaratan dasar keselamatan selama berkendara.

“Kalau ada angkutan lebaran yang ditemukan tidak laik, langsung ditertibkan. Kalau tidak memungkinkan ya dikandangkan,” tandas Kepala Bidang Bimbingan dan Keselamatan Lalu lintas Dishub Kota Jogja Sugeng Sanyoto kemarin.

Sugeng menjelaskan, dalam pengecekan ini bekerja sama dengan kepolisian. Ini sesuai dengan instruksi dari Kementerian Perhubungan. Makanya, bagi armada yang kedapatan tak tertib, akan dikenai tilang. “Kami serahkan ke kepolisian,” ujarnya.

Begitu pula dengan pelanggaran administratif, aparat kepolisian langsung memberikan bukti pelanggaran (tilang) saat itu. Ini sesuai dengan kewenangan masing-masing. “Misalnya STNK mati, atau SIM mati ya kepolisian yang akan menindak,” tegasnya.

Petugas dishub, lanjut dia, hanya akan mengecek mengenai hal teknis atau infrastruktur armada. Petugas akan mengecek sudah lengkap atau tidak. Setelah itu, laik atau tidak. Semuanya akan melewati pengecekan ketat.

Ini terlihat dari jumlah armada yang berhasil diamankan petugas sejak pagi sampai siang kemarin. Dishub Kota Jogja menemukan ada tiga armada yang tak laik jalan. Itu mereka ketahui dari kondisi ban yang tak memenuhi standar keamanan.

“Kami minta pihak operator armada untuk mengganti. Kalau tidak, diganti bannya, kami minta lebih baik dikandangkan,” jelasnya.

Sugeng menegaskan, setiap armada yang akan beroperasi mengangkut penumpang saat lebaran, harus lolos pemeriksaan. Dishub telah menyiapkan sebuah bukti stiker terhadap kendaraan lolos pemeriksaan tersebut.

“Kalau yang tidak ada stiker, tidak boleh beroperasi. Ini juga untuk memberikan pemahaman kepada penumpang. Agar mereka juga mengetahui mana yang aman dan tidak,” katanya.

Kepala Seksi Pengendalian Operasi Dishub Kota Jogja Asung Waluyo mengungkapkan, pemeriksaan tersebut diutamakan untuk bus angkutan kota antarprovinsi (AKAP) saja. Sebab, bus AKAP lebih berisiko. Terlebih jarak tempuh penggunaannya lebih tinggi daripada bus angkutan antarkota dalam provinsi (AKDP). “Kami juga akan bergerilya untuk melakukan pantauan rutin,” tandasnya. (ham/sky/eri/ila)