JOGJA – Pelaksana Tugas (Plt) Sekretaris Provinsi (Sek-prov) DIJ Rani Sjamsinarsi langsung bertugas di hari pertamanya, meski baru mendapat surat keputusan (SK) pagi harinya. Rani langsung menghadap Gubernur DIJ sebelum menempati ruang kerjanya yang baru.

“Baru terima (SK) tadi pagi (kemarin) jam 7.30,” ujar Rani ketika ditemui seusai bertemu HB X. Rani mengaku belum tahu banyak tentang ketugasanya dan akan banyak bertanya ke Ichsanuri, mantan Sekprov DIJ sebelumnya.

“Sudah mendapat arahan dari Pak Gubernur, diminta untuk komunikasi dengan Pak Ichsanuri,” lanjutnya.Kepala Dinas Pekerjaan Umum Perumahan Energi dan Sumber Daya Mineral (PUP-ESDM) DIJ tersebut mengaku belum tahu pekerjaan rumah sebagai Plt Sekprov DIJ. Termasuk yang saat ini dalam proses.

“Kalau pekerjaan rumah PU saya tahu,” ujarnya.

Meskipun begitu, beberapa pekerjaan yang harus se-gera diselesaikan seperti bandara baru di Kulonprogo tetap menjadi prioritas. Terkait untuk progres pembangu-nan bandara, Rani mengaku tinggal melanjutkan. “Kalau bandara kan sejak di PU sudah ikut,” tuturnya.

Sementara untuk pembagian tugas sebagai Plt Sek-prov DIJ dan Kepala Dinas PUP-ESDM Rani mengaku belum tahu. Tapi, diakuinya, untuk urusan pembagian tugasnya memang tidak mudah.

“Ya dicoba dulu, tapi ngurusi disposisi ki iso nganti tiga jam,” tuturnya.

Sementara jabatan Rani sebelumnya, sebagai Plt Kepala Dinas Pertanahan dan Tata ruang DIJ di-ganti. Menurut Kepala Badan Kepegawaian Daerah (BKD) DIJ Agus Supriyanto, Plt Dinas Pertanahan dan Tata Ruang DIJ dijabat oleh Sigit Sapto Raharjo, yang saat ini menjadi Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan DIJ.

“PNS kan tidak bisa jabat rangkap-rangkap, tugas Plt Sekprov juga sudah berat,” ujarnya.

Sampai kapan Rani akan menjadi Plt Sekprov DIJ, Agus belum bisa menjawab. Sebab, hingga saat ini belum ada rencana pembentukan Panitia Seleksi (Pan-sel) Lelang Jabatan Sekprov DIJ. Agus beralasan, masih menyelesaikan kerja Pansel Lelang Jabatan delapan pejabat eselon II.

“Ini masih pleno-pleno terus, kerja pansel kan minimal tiga bulan,” ungkapnya.

Agus sendiri mengaku tidak khawatir kehabisan waktu. Dia mengisyaratkan pembentukan Pansel Lelang Jaba-tan Sekprov baru akan dilakukan setelah selesainya kerja Pansel Lelang Jabatan eselon II. (pra/ila/ong)