MUNGKID – Kinerja aparat Polres Magelang dikeluhkan para sopir bus pariwisata. Mereka merasa menjadi korban penarikan uang secara ilegal alias pungutan liar (pungli). Para sopir dimintai uang oleh oknum polisi tanpa alasan yang jelas.

Seperti yang dialami Santoso, 45, sopir bus asal Cilacap. Ia mengaku dimintai sejumlah uang. Itu terjadi saat membawa penumpang ke Candi Borobudur dihentikan oleh dua petugas di Jembatan Progo arah Candi Borobudur.

“Kami memang disuruh membawa bus reguler oleh pemilik, karena bus pariwisatanya sudah penuh job. Dan, bus tidak kami beri tulisan pariwisata,” katanya kemarin (29/5).

Hanya karena kasus ini dia lalu ditilang. Kemudian petugas meminta supaya dia membayar Rp 500 ribu setelah melalui proses negosiasi. Menurutnya, kejadian ini juga kerap menimpa rekan-rekannya sesama sopir bus pariwisata.

“Saya hampir setiap minggu ke sini. Kalau terus-terusan seperti ini, bukan tidak mungkin para sopir enggan mengantar pengunjung berwisata ke Candi Borobudur,” jelasnya.

Ia mengatakan para sopir mengeluh karena kenyamanan wisatawan terganggu. Apalagi mereka datang membawa penumpang yang notabene adalah wisatawan. “Kalau lokasi kunjungan wisatawan tidak ramah dan banyak hambatan di jalan, saya rasa banyak yang malas berkunjung,” tuturnya.

Sopir bus lainya, Suherman, 50, asal Indramayu, Jawa Barat, mengaku sudah berulangkali ditilang Polisi. Tak jarang mereka mengaku harus membayarkan sejumlah uang kepada petugas karena mengancam akan menyita kendaraannya.

“Ada kesan mencari-cari kesalahan. Saya dan teman-teman sudah berkali-kali ditilang,” jelasnya. Akhir pekan lalu, dia mengaku dimintai uang Rp 1 juta oleh petugas lalu lintas. Itu hanya karena dia tidak membawa STNK.

“STNK saya hilang dan sudah ada keterangan resmi dari kepolisian Jawa Barat. Saat ini STNK masih diproses,” katanya. Saat itu dia diberhentikan oleh petugas di perempatan Koramil Borobudur. Para penumpang harus terganggu jadwal kunjungannya karena kasus ini.

Saat itu polisi mengancam akan menahan kendaraan. “Padahal saat itu kunjungan harus segera dilanjutkan ke Jogja,” jelasnya. Alhasil, dia terpaksa harus menyerahkan uang sesuai permintaan petugas. Itu demi wisatawan agar tetap nyaman.

Bagaiman tanggapan polisi? Kasat Lantas Polres Magelang AKP Maryadi yang dihubungi mengaku belum mengetahui adanya hal itu. Ia akan memanggil anggotanya lebih dulu.

“Coba saya cari informasi terlebih dahulu. Nanti akan saya panggil petugas yang di wilayah Borobudur, supaya kejadian seperti itu tidak terulang kembali,” katanya. (ady/laz/ong)