SLEMAN – Ribuan mahasiswa Universitas Gadjah Mada (UGM) menggelar unjuk rasa di halaman Balairung usai acara peringatan Hardiknas kemarin (2/5).Mereka memprotes beberapa kebijakan kampus. Diantaranya, uang kuliah tunggal dan relo-kasi Kantin Bonbin.Mereka juga memprotes per-nyataan Rektor Dwikorita Kar-nawati di salah satu radio swas-ta, yang menyebut aksi maha-siswa saat peringatan Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas) 2 Mei sebagai simulasi pembe-lajaran demokrasi. Dwikorita menyebut, UGM melatih cara memobilisasi dan memprovokasi massa. Bahkan, Dwikora menyatakan akan mengeluarkan mata kuliah baru, yakni elektif kurikulum aktivis. “Mereka bisa dapat nilai dari aksi ini. SKS sekitar 4-8 dan akan dimulai secara formal pada Sep-tember,” jelasnya.Humas aksi Umar Abdul Aziz menegaskan, aksi saat peringatan Hardiknas murni untuk men-gusung aspirasi. “Kami tegaskan ini bukan simulasi,” ujarnya. Dwikorita sempat menemui para pengunjuk rasa untuk mem-bicarakan beberapa tuntutan. Namun, para mahasiswa belum puas dengan hasil pembicaraan. Sebelum Dwikorita mencabut statement yang menyatakan aksi mahasiswa sebagai simu-lasi demokrasi. (sky/din/fj)