JOGJA – Berbekal keterangan saksi-saksi dan rekaman CCTV, polisi masih berusaha menangkap pelaku penyayatan dengan cutter yang terjadi awal pekan ini. Polisi juga mengimbau masyarakat tetap tenang dan beraktivitas seperti biasa.

“Kami belum tahu indikasinya karena masih diselidiki. Akan kami ekspose pada saatnya kalau pelaku sudah tertangkap,” kata Kapolda DIJ Brigjen Polisi Prasta Wahyu Hidayat kepada wartawan, Jumat (29/4).

Pihaknya saat ini sudah mendapat beberapa keterangan dari saksi-saksi. Anggotanya juga sudah disebar untuk segera bisa mengungkap kasus tersebut secepatnya. Ditanyakan apakah insiden tersebut sebagai bentuk teror kepada masyarakat, Prasta menyebut bisa jadi arahnya ke sana. “Tapi masyarakat tidak perlu takut, polisi sedang berusaha mengejar pelakunya,” tandasnya.

Indikasi teror itu, katanya, bisa dilihat dari cara bertindak pelaku yang nekat melukai korbannya. Terlebih dilakukan kepada korban yang ketiganya perempuan dalam waktu yang hampir sama. “Atau ada oknum yang tidak suka dengan kondisi yang kondusif di DIJ, bisa jadi,” ungkapnya.

Kabid Humas Polda DIJ AKBP Anny Pudjiastuti menambahkan, selain menggelar patroli skala besar, polisi juga sudah meminta keterangan lima orang saksi. Dari keterangan itu, masih akan dikembangkan untuk mengarah ke pelaku penyayatan. “Motif pelaku belum bisa disimpulkan karena memang belum tertangkap,” ujarnya.

Beberapa saksi yang sudah dimintai keterangan yaitu selain saksi korban, juga beberapa orang yang ada di TKP saat kejadian. Baik di Lapangan Karang Kotagede, depan Toko Silver Kotagede, juga saksi di depan kampus tempat korban Nelly Ratnasari dilukai. Dari beberapa saksi diperoleh keterangan bahwa pelaku menggunakan sepeda motor berstriping merah. Juga mengenakan jaket biru tua dan memakai helm hitam. (riz/ila)