ilustrasi
GUNUNGKIDUL – Belasan kepala SD, SMP, SMA (kasek) di Gunungkidul diturunkan dari jabatannya menjadi guru. Penurunan ini dilakukan karena yang bersangkutan nilai kinerjanya kurang memenuhi syarat.

Sekretaris Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga (Disdikpora) Gunungkidul Bahron Rasyid mengatakan ada kasek yang nilainya tidak memenuhi syarat. Ada pula yang masa tugasnya sudah selesai maupun memang sudah memasuki masa pensiun.

“Bagi kepala sekolah yang kinerjanya bagus, sebenarnya mereka masih bisa menjabat lagi sebagai kepala sekolah hingga maksimal tiga periode. Namun kalau kinerjanya tidak bagus, ya tentu diturunkan menjadi guru biasa lagi,” kata Bahron kemarin (11/4).

Dia mengatakan, sekarang terjadi kekosongan jabatan kepala sekolah. “Maka selain melakukan rotasi mutasi, dinas juga mempromosikan 25 kepala sekolah baru untuk menempati sekolah yang telah ditentukan,” ujarnya.

Sementara itu, Kepala Disdikpora Gunungkidul, Sudodo mengatakan pihaknya telah melakukan mutasi dan rotasi kepala sekolah mulai tingkat SD hingga SMA berjumlah 35 orang. Nanti para kepala sekolah akan menempati posisi di berbagai sekolah.

“Tugas dan jabatan merupakan amanah. Sehingga jangan menyia-nyiakan tugas dan amanah itu. Rotasi, mutasi dan promosi jabatan menjadi langkah dalam meningkatkan kinerja,” kata Sudodo.

Kepala Badan Kepegawaian Daerah (BKD) Gunungkidul, Sigit Purwanto mengimbau kepala sekolah terus meningkatkan kinerja di tempat baru. Meski tenaga PNS di lingkup sekolah sedikit, diharapkan kepala sekolah mempu memaksimalkan tenaga pendidik honorer.

Sekretaris Komisi D DPRD Gunungkidul Heri Nugroho tidak mempermasalahkan penurunan jabatan itu. Sepanjang penilaian kinerja dilakukan sesuai prosedur, yang bersangkutan harus menjalankan tugas dengan baik.

“Jangan sampai penilaian kinerja berdasarkan suka atau tidak suka. Harus benar-benar atas dasar prestasi. Rotasi bertujuan demi prestasi sekolah,” kata politisi Golkar ini. (gun/iwa)