JOGJA – Terbongkarnya upaya penyelundupan narkoba ke dalam lembaga pemasyarakatan (Lapas), menandakan Lapas masih menjadi tempat peredaran narkoba. Untuk memutus mata rantai peredaran tersebut, pemeriksaan pembesuk dan narapidana akan semakin diperketat.

Kepala Kantor Wilayah Kementerian Hukum dan HAM DIJ Pramono mengatakan, saat ini semua orang yang mau masuk ke Lapas harus digeledah di bagian portir. Secara detail petugas akan memeriksa pembesuk, terlebih bila mempunyai gerak-gerik mencurigakan.

“Semuanya harus diperiksa, tidak terkecuali. Selalu kami intensifkan. Kemarin yang ditemukan itu kan waktu di portir,” katanya kepada Radar Jogja, Rabu (6/4).

Selain memperketat pemeriksaan di pintu masuk, petugas juga selalu melakukan penggeledahan ke sel-sel narapidana. “Terus kami lakukan, tidak kenal waktu. Bisa pagi, siang dan malam. Rutin,” ungkapnya.

Dia juga tidak segan menindak pegawainya yang berkomplot dengan bandar narkoba di dalam Lapas. Pegawai yang terbukti menjadi kaki tangan pengedar narkoba akan mendapat sanksi tegas.

“Pegawai yang melanggar langsung dicomot, yang terindikasi kami bina. Ada beberapa yang sedang dibina di kantor wilayah,” terangnya.

Dia mengungkapkan ada satu orang pegawainya yang terbukti melanggar disiplin terkait obat terlarang. Sedangkan dua lainnya melanggar sanksi disiplin. “Langsung saya awasi setiap hari. Sing iso didandani yo didandani, nak ora yo ndang…,” tegasnya.

Sedangkan untuk narapidana yang terbukti mengedarkan narkoba atau menjadi operator dari balik jeruji penjara akan langsung dicabut haknya. Seperti remisi, cuti, asimilasi, bebas bersyarat dan lainnya.

“Cabut semua kalau terindikasi. Semua pengawasan sudah kami tingkatkan termasuk dengan CCTV,” tutupnya
Seperti diketahui, pada Senin (4/4) petugas menangkap tersangka penyelundupan narkoba berupa 101 pil riklona clonazepam ke Lapas Grasia Kelas II Pakem. tersangka penyelundupan Danang Subekti alias Mbeju, 31, warga Kalasan, Sleman. Tersangka merupakan residivis kasus narkoba dan pernah dipenjara selama 7 bulan. (riz/ila/ong)