DWI AGUS/RADAR JOGJA – ABRAHAM GENTA BUWANA/RADAR JOGJA
HARI PERTAMA: Pelaksanaan ujian nasional (unas) hari pertama di SMKN 1 Kasihan, kemarin (4/4).
UJIAN DI BALIK JERUJI: Seorang tahanan di lembaga permasyarakatan (lapas) Wirogunan melaksanakan ujian nasional (unas), kemarin (4/4). Ujian tersebut dijaga oleh petugas lapas dan pengawas dari dinas pendidikan.
JOGJA – Hari pertama penyelenggaraan Ujian Nasional (Unas) 2016 diwarnai beberapa permasalahan, Senin (4/4). Terutama pada pelaksanaan ujian nasional berbasis komputer (UNBK) di beberapa SMA dan SMK di Jogjakarta. Mulai dari masalah server hingga gagal login di setiap komputer siswa.

Kepala Dinas Pendidikan, Pemuda, dan Olahraga (Disdikpora) DIJ Baskara Aji mengakui adanya beberapa masalah teknis pelaksanaan UNBK. Beberapa laporan yang dia terima, fokus permasalahan mayoritas saat pengunduhan token siswa.

“Ada sekolah-sekolah yang saat mengunduh token agak lama. Tapi, itu hanya mundur 10 sampai 15 menit saja. Ujian tetap berlangsung karena pengunduran masih dalam batas toleransi keterlambatan,” kata Aji.

Aji menginstruksikan agar sekolah yang mengalami kendala teknis tidak memundurkan hari. Jika kendala bisa diatasi di hari itu juga. Namun, jika tetap tidak bisa diatasi dapat diundurkan di sesi ke IV atau pada sore harinya.

Permasalahan ini ditemui di SMAN 1 Jogja yang salah satu siswanya gagal login. Namun dari laporan yang diterima, langsung bisa diatasi dengan komputer pengganti. Ini sesuai instruksi dari Disdikpora agar setiap sekolah penyelenggara UNBK menyiapkan beberapa komputer cadangan.

Permasalahan juga ditemui di SMKN 1 Jogja yang mengalami permasalahan teknis. Peserta UNBK khususnya ruang 2 seluruhnya mengalami gagal login. Hingga batas waktu toleransi yang ditentukan jaringan server masih belum bisa digunakan.

Kepala SMKN 1 Jogja Rustamaji mengatakan, tim sekolah langsung bertindak cepat. Kendala ini baru ditemui ketika para siswa akan melakukan login. Padahal sebelumnya setiap komputer tidak mengalami kendala, termasuk jaringan di ruang 2.

“Ini terjadi saat sesi pertama untuk seluruh ruang 2. Kami benahi dan baru bisa digunakan diatas pukul 09.00 WIB. Kami mengambil inisiatif untuk dimundurkan ke sesi IV atau pukul 16.20,” jelasnya.

Mundurnya waktu ujian ini ternyata sedikit mempengaruhi siswa yang ikut UNBK. Seperti Nilam Mursida, siswi kelas XII Akuntansi II SMKN 1 Jogjakarta yang sempat kaget. Meski dirundung panik, dia mengaku tidak mengalami stres. Apalagi tim teknisi tanggap dalam menghadapi kendala ini.

“Diberitahu kalau eror dari jaringan intern. Ada perasaan kecewa karena baru pelaksanaan hari pertama. Tapi, secara persiapan sudah siap untuk ikut ujian. Waktu simulasi juga sempat eror dari server pusat. Lebih suka UNBK karena lebih efisien,” katanya.

Hal yang sama juga diungkapkan oleh Nurpita. Siswi kelas XII jurusan Akuntansi II ini sudah merasa aneh karena sejak awal tidak bisa login. Meski sempat stress, dia tetap berusaha tenang. Terlebih guru pendamping langsung mengumpulkan para siswa dalam satu kelas.

“Akhirnya memilih untuk tinggal di sekolah menunggu sampai sesi ke IV. Sambil menunggu tadi sempat mendapatkan pemantapan materi ujian Matematika dari sekolah. Juga dapat makan siang untuk yang menunggu di sekolah,” jelasnya.

Sementara itu, pelaksanaan unas di Jogjakarta secara keseluruhan dianggap berjalan lancar. Menurut Bagian Perencanaan Inspektorat Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) RI Edi Iskandar pelaksanaan unas di DIJ patut dijadikan panutan. Ini berdasarkan indeks integritas tinggi dalam penyelenggaraannya.

Menurutnya, integritas ini terlihat kuat dalam penyelenggaraan UNBK maupun unas paper based test (PBT). Prestasi Jogjakarta bahkan dianggap terbaik di seluruh Indonesia pada penyelenggaraan Unas 2015.

“Untuk penyelenggaraan unas tahun ini masih aman. Belum ada laporan kebocoran seperti tahun-tahun sebelumnya. Berbeda di Jawa Timur yang ditemukan adanya laporan kebocoran soal,” katanya saat memantau unas di SMKN 1 Kasihan, Senin pagi (4/4).

Dia berharap agar angka intergritas Jogjakarta terus meningkat. Baik melalui evaluasi internal maupun oleh dinas terkait. Sosialisasi pengerjaan dan pelaksanaan unas oleh dinas pendidikan kepada sekolah penyelenggara juga turut berpengaruh.

“Integritas berdasarkan beberapa penilaian, mulai dari kesiapan hingga pelaksanaan. Tahun lalu DIJ mendapatkan penghargaan dari Kemendikbud, semoga bisa dipertahankan tahun ini,” harapnya.

Pendapat ini diamini oleh Kepala Disdikpora DIJ Baskara Aji. Menurutnya, Jogjakarta tidak hanya mengejar nilai unas semata. Justru proses pengerjaan yang mengutamakan kejujuran adalah fokus utamanya.

“Nilai tertinggi tanpa diimbangi dengan kejujuran menjadi kosong. Sebab integritas itu sangat penting diajarkan ke peserta didik,” ungkapnya.

UNBK, lanjut Aji, merupakan salah satu kunci meminimalkan kecurangan dan kebocoran soal. Sebab, soal baru didapatkan beberapa saat sebelum ujian dimulai. Berbeda dengan soal PBT yang telah diterima jauh-jauh hari sebelum ujian.

Saat ini dari 218 SMK, sebanyak 119 SMK menggelar UNBK. Sedangkan di tingkat SMA, dari 222 SMA, sebanyak 44 sekolah sudah menggelar UNBK. Untuk distribusi PBT, disdikpora melakukan strategi khusus dalam droping soal dari percetakan.

“Kami baru menerima H-4 sebelum ujian diterima. Lalu master soal langsung dari Pusat Penilaian Pendidikan (Puspendik) Kemendikbud ke percetakan tanpa melalui disdikpora. Ini mampu meminimalkan terjadinya kecurangan,” ungkapnya.

Dalam pemantauan kemarin, turut hadir pula Wakil Bupati Bantul Abdul Halim Muslih. Dia berharap, para peserta mengedepankan kejujuran. “Tingkatkan budaya kejujuran. Imbas dari kejujuran itu tidak hanya saat ujian, dalam kehidupan, kejujuran juga penting,” pesannya. (dwi/ila/ong)