HENDRI UTOMO/RADAR JOGJA
SIAP TUGAS: Kepala BPS Kulonprogo Sugeng Utomo menyematkan tanda kepada petugas Sensus Ekonomi 2016 saat apel siaga kemarin (18/3).
KULONPROGO-Badan Pusat Statistik (BPS) Kulonprogo akan menerjunkan 453 petugas untuk melakukan Sensus Ekonomi (SE) 2016. Selain mendatangi rumah, mereka juga akan melakukan pencacahan di pasar yang menjadi pusat perekonomian dan usaha.

“Sebagai langkah awal akan sosialiasi dengan aksi bagi-bagi leaflet dan poster ke pedagang pasar agar lebih paham dengan rencana sensus ekonomi 1- 31 Mei mendatang,” kata Kepala BPS Kulonprogo Sugeng Utomo usai apel siaga Sensus Ekonomi (SE) 2016, kemarin (18/3).

Hasil pencacahan ini setelah diperiksa dan diolah kemudian disampaikan kepada pemerintah. Hasilnya akan jadi pegangan presiden untuk disampaikan ke masyarakat saat pidato kenegaraan Agustus mendatang.

BPS akan menjamin rahasia dan identitas setiap responden. Itu sesuai UU 16/ 1996 tentang Statistik. Di sana disebutkan petugas harus melindungi data by name. “Sistem dan pengawasan akan sangat ketat. Sehingga masyarakat diharapkan memberikan keterangan yang benar. Tidak ada kaitannya antara sensus ini dengan kewajiban pajak,” tambahnya.

Kasi Statistik Produksi BPS Kulonprogo Sutrisno mengungkapkan, pada 2006 silam, jumlah sektor usaha yang disesnsus di Kulonprogo mencapai 50 ribuan. Data itu meliputi rumah, kios usaha dan pasar. “Melihat perkembangan, sensus kali ini bisa dipastikan jumlahnya meningkat,” ungkapnya. (tom/din/ong)