BANTUL – Hama wereng merajalela. Area sawah yang diserang pemakan batang tanaman padi semakin luas. Kini giliran kawasan lumbung padi di Dusun Sidomulyo, Bambanglipuro yang terserang wereng coklat. Tak kurang 15 hektare tanaman padi puso.

Salah seorang petani, Mujiran, mengatakan, wereng coklat mulai merajalela sejak sepekan terakhir. Hal itu telah dilaporkan ke Dinas Pertanian dan Kehutanan Bantul. Petani minta agar segera dilakukan penyemprotan hama demi mencegah perluasan area terserang. Sebab, usia tanaman menginjak 70 hari. Sebulan lagi masuk masa panen. “Kalau dibiarkan petani bisa gagal panen,” katanya kemarin (16/3).

Penyemprotan dengan obat disinfektan memang bukan langkah jitu. Itu hanya sebagai solusi darurat. Sebab, penyemprotan hanya membunuh wereng dewasa. Tidak memberantas telur. Padahal, wereng coklat cepat berkembang biak. Hanya butuh waktu 3-7 hari telur wereng menetas.

Kendati begitu, Mujiran merasa cukup beruntung. Alasannya, suplai air irigasi tidak begitu tinggi. Arus irigasi yang melimpah, menurutnya justru akan memicu pertumbuhan wereng lebih banyak. “Penyemprotan harus menyasar bukan di titik serangan saja. Tapi area sekitarnya. Untuk mencegah penyebaran wereng,” jelasnya.

Kepala Laboratorium Pengamatan Hama Penyakit Dinas Pertanian DIJ Paryoto mengatakan, penyemprotan hama menggunakan insektisida organik. Agar tidak mengganggu tingkat kesuburan tanah.

“Obat kimia tidak baik untuk tanaman padi,” tambahnya.

Kepala Dispertahut Bantul Partogi Dame Pakpahan pernah memprediksi bahwa serangan hama wereng berpotensi kembali terjadi. Bahkan, lebih parah dari serangan sebulan lalu. Pada awal Februari, wereng menyerang 140,9 hektare sawah.(zam/yog/ong)