JOGJA – Ditengah pembentukan tim PSIM Jogja, 14 pemain untuk sementara harus absen dari proses latihan bersama. Karena para pemain tersebut ikut memperkuat tim Pra-PON Sepakbola DIJ yang akan mengikuti laga kualifikasi pada 20-30 Maret di Jawa Barat. Menurut
Pelatih PSIM Erwan Hendarwanto, pihaknya memaklumi jika banyak pemainnya mendapat kepercayaan mengisi skuad Pra-PON.

“Ini sudah resiko. Saya juga sebenarnya masuk dalam tim pelatih Pra-PON. Tapi saya pilih bagi tugas dengan pelatih lain. Ada yang di sana (Tim Pra-PON). saya tetap di sini (PSIM),” katanya, kemarin(16/3).

Keempat belas pemain itu adalah kiper Tito Rama, Sunni Hizbulloh, Nurdiansyah, Anjar Beni, dan Susantra Nova di lini belakang. Kemudian di barisan gelandang ada Hendika Arga Permana, Dimas Priambodo, Roni Setiawan, Awaludin, Juni Riadi, dan M Rifki. Untuk lini depan ada Ilham Yusril, Yosi Kurniawan, dan Arberta Rokiawan. Bahkan dua asisten pelatih, yakni Bagio Irianto (pelatih fisik) dan Didik Wisnu (pelatih kiper) juga masuk dalam tim pelatih Pra-PON DIJ

“Pak Bagio dan Mas Didik biar di sana mendampingi Seto Nurdiyantoro,” tuturnya.

Dikatakan, dengan absennya 14 pemain, saat ini hanya tersisa 10 pemain. Mereka terdiri dari sembilan pemain dari hasil seleksi tim-tim internal Askot PSSI Kota Jogja dan satu pemain anyar yakni Johan Arga.

“Kami akan memanfaatkan pemain yang tersisa ini untuk terus berlatih. Terutama pembentukan fisik mereka. Kebetulan mereka masih pemain muda sehingga harus punya keunggulan untuk menghadapi pemain dari tim lawan,” paparnya.

Dirinya berharap, dengan terfokus pada pelatihan fisik, 10 pemain yang saat ini masih latihan bersama, bisa mengimbangi pemain lainnya sepulang dari Pra-PON. Karenanya pembentukan stamina ini menjadi materi khusus bagi para pemain muda tersebut.

Ditambahkan, sejumlah pemain luar kota Jogja juga sudah berdatangan. Misalnya Eko ‘Kancil’ Budi Santoso, M Riskal dan Tulus Septianto. Ketiganya diakui Erwan sudah deal dengan manajemen terkait nilai kontrak. Kehadiran mereka cukup penting, karena dari sisi
pengalaman sangat dibutuhkan oleh tim.

“Jam terbang mereka cukup dibutuhkan tim, untuk itu kehadiran mereka cukup penting,” tandasnya. (dya/dem/ong)