ATH,11, salah saorang korban aksi bejat tersangka mengaku menjadi sasaran pelaku seba-nyak dua kali. Pada 2015, dia diiming-imingi tersangka akan dibuatkan layang-layang. Itu menjadi modus tersangka merayu calon korbannya. Dari siswa sekolah dasar itulah kelakuan bejat tersangka terungkap dan kini dalam penanganan pihak kepolisian. “Saya diajak masuk ke rumah-nya. Lalu pintu rumah dikunci,” kata bocah siswa kelas IV itu. ATH menduga saat itu Malik telah menyiapkan bahan untuk membuat layang-layang di da-lam rumah. Tak disangka, pelaku minta korban duduk di pangkuannya. Lantas, ATH di-minta memegangi (maaf) alat kemaluan pelaku.

Aksi Malik ternyata tak ber-henti sampai situ. Pada awal 2016 Malik kembali mengulangi tinda-kan bejatnya. Itu ketika keduanya mandi bersama di pemandian Kalibening, Payaman, Secang. Di kolam renang, pelaku tiba-tiba memeluk ATH dari belakang. “Sekarang saya tidak mau kalau diajak pergi sama Malik (pelaku),” tutur bocah yang pernah menda-pat rangking tiga dikelasnya tersebut.

Kadus Tepos Ahmad Makruf menambahkan, tersangka sel-alu mencari kesempatan me-lampiaskan niat buruknya saat rumah dalam keadaan kosong. Buktinya, selama ini orang tua pelaku tak pernah tahu kebia-saan buruk anaknya. Apalagi orang tua para korban. Menurut Makruf, tak satupun orang tua korban mengetahui jika anak mereka sering bermain dengan tersangka. Bahkan, orang tua ATH yang seorang buruh tani mengetahui peristiwa tragis yang menimpa anaknya setelah kasus tersebut mencuat ke publik. “Kondisi anak saya sehat-sehat saja, tetapi kadang sering mela-mun. Selain itu juga agak pe-malu,” ungkap ibu ATH. Ia berharap pelaku dihukum sesuai aturan yang berlaku. Agar tak muncul korban lain di ke-mudian hari. “Sampun kulo serahke ke Polisi, enake pripun ngoten. (Sudah saya serahkan ke Kepolisian, sebaiknya bagai-mana),” lanjutnya.

Sementara itu, hingga kemarin polisi masih melakukan peme-riksaan intensif terhadap ter-sangka. Dalam penanganan perkara ini, penyidik berkoor-dinasi dengan kejaksaan, psiko-log dan Panti Asuhan Marsudi Putra Kecamatan Salaman. “Kami sudah memeriksa se-jumlah saksi dan korban,” kata Kapolres Magelang AKBP Zain Dwi Nugroho. Menurut Kapolres, proses hukum terhadap ter-sangka selanjutnya ditangani Polsek Windusari. (ady/yog/ong)