GUNAWAN/RADAR JOGJA
TERONGGOK: Mobil crane nopol H 1966 WS teronggok di tengah jalan memicu kemacetan di Sambipitu, Bunder, Patuk (9/3).

GUNUNGKIDUL – Arus lalulintas Jogja-Wonosari terganggu di Bundaran Sambipitu, Bunder, Patuk (9/3). Mobil crane H 1966 WS mogok sehingga memicu kemacetan.

Untuk menghindari kemacetan panjang, Satlantas Polres Gunungkidul mengalihkan lalin melalui jalur lain. Kendaraan dari Jogjakarta diarahkan melalui jalur Sambipitu-Nglipar-Wonosari.

Sementara dari Wonosari, bagi kendaraan yang sudah terjebak kemacetan terpaksa berhenti hingga berjam-jam menunggu evakuasi selesai. Sedangkan kendaraan berukuran kecil bisa lewat, namun harus berjalan dengan kecepatan rendah.

Kejadian berawal saat mobil crane yang dikemudikan Hartoyo hendak mengambil mesin crane tidak jauh dari TKP Selasa malam (8/3) sekitar pukul 20.00. Setelah menaikkan mesin crane dari lokasi pembangunan minimarket, truk bertonase besar tersebut melaju ke arah Wonosari untuk berbelok arah di TKP.

Ketika roda depan mulai berputar belok kanan secara mengejutkan bagian bawah kendaraan tersangkut aspal. Tidak bisa maju tidak bisa mundur. Terang saja, sejak malam arus kendaraan dari kedua arah terganggu.

“Tadi malam arus lalulintas tidak ramai,” kata petugas Satlantas Polres Gunungkidul Ipda Jarwanto (9/3).

Proses evakuasi, petugas mendatangkan crane khusus dari Semarang. Besarnya ukuran kendaraan dan ramainya jalan membuat proses evakuasi membutuhkan waktu berjam-jam. Crane baru bisa dievakuasi pukul 14.00.

Pengalihan arus lalulintas menyebabkan kecelakaan lalulintas. Terjadi di Sambipitu-Nglipar, di Plosodoyong, Ngalang. Bus Jaya Sehati dari arah Nglipar menuju Jogjakara terperosok setelah berusaha menghindari kendaraan.

“Tidak ada korban jiwa dalam kejadian tersebut,” kata Kasat Lantas Polres Gunungkidul, AKP Andrey Valentino. (gun/iwa/ong)