Hendri Utomo/Radar Jogja
DIRESMIKAN: Gubernur DIJ Sultan HB X didampingi Bupati Kulonprogo Hasto Wardoyo, Kepala BKBN DIJ Surya Chandra Surapaty saat persemian Kampung KB di Pedukuhan Tegiri 2, Desa Hargowilis, Kokap, kemarin (29/2).

KULONPROGO – Gubernur DIJ Sri Sultan HB X meresmikan Kampung KB di Pedukuhan Tegiri 2, Desa Hargowilis, Kokap, Kulonprogo, kemarin (29/2). Peresmian ditandai pengguntingan pita Gapura Kampung KB dan pembukaan selubung prasasti yang ditandatangani Gubernur DIJ.

Hasto menyatakan, masyarakat Pedukuhan Tegiri 2 memiliki semangat tinggi menyambut Kampung KB. Pedukuhan yang dihuni 367 jiwa tersebut terdapat pasangan usia subur (PUS) sebanyak 121 pasang. Sementara tingkat kesertaan KB aktifnya baru 54 pasang atau 44,63 persen.

“Terimakasih telah ditetapkannya Pedukuhan Tegiri 2 menjadi Kampung KB. Kami berharap 67 PUS sisanya bisa menyusul ikut KB. Kalau disuruh menunggu, saya siap. Jika disuruh memasang (alat KB), saya juga bersedia,” ungkap Hasto.

Menurut Hasto, Pemkab Kulonprogo sudah berusaha keras mencapai target. Yakni, dengan target KB pria berjumlah 24 – 26 akseptor. Bahkan dengan memberi imbalan 1 kambing bagi peserta akseptor KB pria.

“Hingga kini, jumlah peserta mencapai 100 orang lebih,” ujarnya.

Di bagian lain, Hasto menjelaskan, masyarakat sering mengalami kesulitan mengakses BPJS. Di Kulonprogo, dengan program Jamkesda itu bisa memudahkan masyarakat. Bahkan, warga tak perlu memakai kartu khusus untuk mengakses Jamkesda. Mereka hanya cukup menunjukkan fotokopi KTP/ KK.

Para pasien Jamkesda, saat berobat di rumah sakit digratiskan atau ditanggung biayanya sampai dengan Rp 5 juta. Mereka akan masuk kelas III. Jika kelas III penuh, dapat naik kelas atasnya.

“Dengan tidak menolak pasien justru akan lebih memudahkan. Bisa dikatakan itu, pelayanan tanpa keras yang tanpa harus repot merubah strukturnya. Tahun 2013, pasien meningkat. Kontribusi pada PAD dari sebelumnya Rp 45 M menjadi Rp 72 M,” jelasnya.

Sultan menegaskan, pembentukan Kampung KB di Kulonprogo merupakan yang pertama di DIJ. Ini lengkap dengan Pokja dan Poktan. Diharapkan semua itu bisa benar-benar dilaksanakan dengan baik. Karena bisa membangun kebersamaan, komunikasi, serta memotivasi masyarakat menjadi lebih baik.

“KB tidak hanya bicara urusan 2 anak cukup. Namun juga diharapkan memberi pemahaman pada orang tua terkait pernikahan dini. Anak usia 15-16 tahun dianjurkan tidak menikah dahulu, agar semua benar-benar siap jadi ibu dan siap mengasuh anak,” tegasnya.

Kepala BKKBN DIJ Surya Chandra menyampaikan terimakasih dan penghargaan atas komitmen program KB di Kabupaten Kulonprogo. Kampung KB merupakan inovasi strategis pembangunan dalam mendukung Nawacita.

“Pelaksanaannya diharapkan bisa bersinergi dengan berbagai sektor terkait,” imbuhnya.(tom/hes/ong)