HENDRI UTOMO/RADAR JOGJA
STASIUN PENGHUBUNG: Stasiun Kedundang tampak dari samping. Bangunan inti stasiun masih terlihat kokoh meski penuh coretan dan pintunya sudah tidak ada.

Warga Berharap Terbuka Ladang Usaha untuk Mencari Rezeki

Stasiun Kedundang di Temon, Kulonprogo dipastikan akan difungsikan kembali jika pembangunan Bandara New Yogyakarta International Airport (NYI A) terealisasi. Warga di sekitar stasiun berharap, setelah beroperasi lagi keberadaan tempat pemberhentian kereta api itu bisa membuka peluang untuk mencari rezeki.

HENDRI UTOMO, Kulonprogo
STASIUN Kedundang di Dusun Trukan, Kulur, Temon yang saat ini sepi akan berubah menjadi ramai jika bandara beroperasi. Sebagai stasiun penghubung dari dan menuju bandara, sudah bisa dibayangkan seperti apa keramaian yang akan ditimbulkan. Berbagai macam peluang usaha tentu akan bermunculan.

Saat ini, hanya ada sekitar empat rumah yang berada satu dusun dengan stasiun peninggalan Belanda tersebut. Satu rumah berada tepat di sisi selatan kompleks bangunan stasiun. Sedang tiga lainnya ada di sisi barat jalan menuju stasiun. Selebihnya, hamparan sawah dan pekarangan.

Salah satu warga di sekitar stasiun Tumini, 57, menyatakan, stasiun kedundang itu dulu ramai. Namun setelah dioperasikannya rel ganda sekitar tahun 2007, stasiun itu sudah tidak digunakan lagi. Terlebih sudah dibuat pos perlintasan kereta api sebidang di sebelah barat, sekitar 200 meter dari Stasiun Kedundang.

“Saat saya kecil, sekitar tahun 1959, stasiun ini termasuk ramai, banyak yang jualan di sekitar stasiun. Bahkan saya masih ingat, kalau hendak berangkat sekolah ke Wates naiknya kereta barang karena belum ada angkutan lainnya,” katanya, kemarin (25/2).

Tumini mengungkapkan, dahulu kereta api yang melintas selalu berhenti di Stasiun Kedundang. Stasiun itu dulu juga ditunggui oleh pegawai dari PT KAI yang dulu lebih dikenal dengan Perumka. Setelah tidak diaktifkan, alat-alat juga dibersihkan. Kemudian setelah tidak ada petugas yang merawat, kondisinya semakin memprihatinkan.

“Ya seperti itu, malah banyak yang bilang angker banyak hantunya, terutama di ruang kepala stasiun yang ada di sisi utara rel itu. Tapi, saya sendiri dari kecil belum pernah melihat apa-apa, cuma mitos saja,” selorohnya.

Tumini berharap, kabar akan diaktifkannya kembali Stasiun Kedundang membuka peluang usaha baru untuk mencari rezeki. Terlebih stasiun yang berada pada posisi 507+6/7 dan ketinggian kurang lebih 11 meter di atas permukaan laut (dpl) itu berada di titik yang cukup strategis.

“Kalau diaktifkan ya bisa jualan dan banyaklah usaha lain yang bisa diupayakan,” harapnya.

Selain itu dengan diaktifkannya stasiun, diharapkan bisa memberikan efek terpasangnya jaringan listrik di kawasan tersebut. Seperti diketahui, lima rumah yang berdiri di sekitar stasiun tersebut hingga saat ini belum memiliki aliran listrik.

“Selama ini hanya mengandalkan penyambungan darurat dari satu rumah yang dibagi ke empat rumah lainnya,” ungkap Tumini.

Berstatus sebagai stasiun penghubung bandara, warga juga berharap stasiun bisa mengakomodasi kebutuhan transportasi warga sekitar. “Alangkah lebih memudahkan jika bisa naik kereta menuju Jogja ataupun kota-kota lainnya,” ucapnya lagi.

Warga juga mendambakan ada pembangunan jalan menuju ke stasiun tersebut. Terlebih selama ini jalan menuju stasiun belum mendapat penanganan yang memadai, jalan masih berupa tanah berbatu. Bahkan kendaraan roda empat masih sulit jika menuju stasiun itu.

Warga lainnya, Sri Lestari mengungkapkan, meskipun sudah santer terdengar rencana pengaktifan Stasiun Kedundang, dia belum pernah mendapat pemberitahuan secara resmi dari perangkat desa setempat.

“Kami tahunya stasiun ini ya tergantung dengan proses bandara. Memang pernah beberapa kali ada petugas datang untuk melakukan survei dan pengukuran di stasiun tersebut,” ungkapnya.

Terpisah, Kepala Bidang Terminal Angkutan dan Perparkiran Dinas Perhubungan (Dishub) Kulonprogo Joko Trihatmono menegaskan, terkait rencana pembangunan jalur kereta menuju bandara saat ini masih dalam proses pengumpulan data. “Namun saya optimistis pembangunan jalur kereta ini pasti akan terealisasi,” tegasnya. (tom/ila/ong)