BANTUL – Salah satu surat edaran (SE) yang di-keluarkan Pejabat Bupati Bantul Sigit Sapto Raharjo menuai kontroversi. SE Nomor 131/00054 tertanggal 5 Januari perihal partisipasi badan usaha, instansi maupun pimpinan perusahaan untuk memasang ucapan pelantikan calon bupati-wakil bupati terpilih di media massa tersebut akhirnya pun dicabut. Sigit menceritakan, munculnya SE lantaran per-mintaan pihak ketiga. Mereka datang ke ruang ker-janya bersama pejabat Bagian Humas Setda.Tuju-annya meminta SE. “Humas hanya mengantarkan. Karena niatnya promosi akhirnya saya keluarkan (SE),” terang Sigit, kemarin (31/1).

Sepengetahuannya, pihak ketiga tersebut akan meng-gandeng seluruh media massa, baik cetak maupun elektronik. Tetapi, kenyataannya proposal penawaran pihak ketiga yang ditawarkan ke berbagai SKPD, ba-dan usaha milik daerah, dan sejumlah kampus ter-sebut hanya mencantumkan dua media cetak.

Di samping itu, dalam proposal penawaran tersebut juga tercantum alamat Bagian Humas Setda. Yakni, Jalan Robert Wolter Monginsidi No. 1 Bantul. Padahal, kata Sigit, Bagian Humas tidak tahu-menahu. “Kalau disalahgunakan saya nggak mau,” tegasnya.

Karena itu, Sigit melanjutkan, dirinya meralat SE tersebut dengan mengeluarkan SE baru. Isi SE nomor 131/00395 tertanggal 29 Januari tersebut mencabut SE nomor 131/00054. Dalam SE itu disebutkan, Sigit selaku pejabat bupati Bantul tidak menunjuk event organizer maupun media massa untuk pema-sangan iklan ucapan pelantikan. “Sebenarnya kami hanya mengimbau, tidak mewajibkan,” tandasnya.

Karena itu pula, Sigit meminta seluruh pihak yang telah menerima surat penawaran tersebut tidak perlu khawatir dengan ancaman bila tidak memasang iklan ucapan melalui salah satu EO. Sebab, beredar infor-masi instansi diancam akan dibuatkan surat teguran dari bupati bila tidak berpartisipasi. (zam/din/ong)