0JOGJA – Polda DIJ terus memburu Ricky Yonathan (RY). Ia merupakan tersangka dugaan penipuan, penggelapan, dan pemalsuan dokumen.
Sebagai bentuk keseriusan menuntaskan perkara ini, Polda DIJ menyebar poster berisi foto Ricky di sejumlah tempat umum. Seperti papan pengumuman Polda DIJ, terminal, bandara, dan lainnya.
“Sampai saat ini, penyidik masih mencari keberadaan tersangka RY yang sudah ditetapkan DPO,” kata Kabid Humas Polda DIJ AKBP Anny Pujiastuty kepada Radar Jogja, kemarin (28/10).
Poster tersebut berkop Direktorat Reserse Kriminal Umum Polda DIJ. Dalam poster itu terdapat kalimat DPO (Daftar Pencarian Orang) dengan foto wajah yang diduga Ricky Yonathan alias Ricky. Ricky mengenakan baju warna putih dan rambut hitam pendek. Di bawah nama Ricky terdapat kalimat perkara penipuan atau penggelapan atau pemalsuan surat melanggar Pasal 378 atau 372 atau 263 KUHP.
“Bagi masyarakat yang mengetahui keberadaan tersangka RY, dimohon menghubungi Polda DIJ atau kantor kepolisian terdekat,” imbuh Anny.
Di sisi lain, dari informasi Radar Jogja, RY belum mendapatkan perlindungan resmi dari Lembaga Perlindungan Saksi dan Korban (LPSK). RY baru mengajukan permohonan perlindungan pada LPSK. Namun, permohonan tersebut belum tentu mendapatkan persetujuan pimpinan LPSK. Apalagi, dalam kasus tersebut, Ricky berstatus tersangka.
“Memang benar yang bersangkutan mengajukan permohonan perlindungan. Tapi, belum ada jaminan bahwa permohonannya akan dikabulkan,” kata Ketua LPSK Abdul Haris Semendawai SH.
Sebelumnya, Jumat (23/10), sejak awal Oktober lalu Polda DIJ menyatakan Ricky Yonathan (RY), warga Perum Sangrila Indah Mraen RT 07/RW 10, Sendang Adi, Mlati Sleman masuk dalam DPO. Direktur Graha Kreasindo Jogjakarta ini menjadi buron Polda DIJ setelah mangkir dari panggilan penyidik dua kali atas dugaan penipuan, penggelapan, dan pemalsuan dokumen yang dilaporkan Andreanyta Meliala.
Sebelum dijadikan DPO, penyidik juga melakukan pengecekan dan penggeledahan di rumah pribadinya. Tetapi, tersangka tidak ada di rumah.
“Tersangka RY ditetapkan sebagai DPO setelah mangkir dari panggilan penyidik hingga dua kali. Surat DPO sejak 2 Oktober 2015,” kata Kanit Tipu Gelap Ditreskrimum Polda DIJ Kompol Asep Suherman.
Totok Suprapto SH, Penasihat Hukum Ricky mengatakan, kliennya tidak ada niatan melarikan diri (kabur) dari perkara dugaan penipuan, penggelapan, dan pemalsuan dokumen yang dilaporkan Andreanyta Meliala. Saat ini, kliennya dalam pengawasan Lembaga Perlindungan Saksi dan Korban (LPSK).
“Sejak September lalu, klien kami minta perlindungan LPSK. Permintaan ini jauh sebelum Ricky ditetapkan sebagai tersangka oleh Polda DIJ,” kata Totok, Senin (26/10).(mar/hes/ong)