PENIPU: Pelaku penggelapan Sugiyono saat bersama barang bukti motor hasil penipuannya di Mapolsek Gamping, Senin (31/8) kemarin.
SLEMAN -Jajaran kepolisian Polsek Gamping berhasil meng-ungkap kasus penggelapan belasan sepeda motor dengan modus pen-jualan via online. Petugas juga menangkap pelaku penggelapan yakni Sugiyono, 67, warga Trisigan, Murtigading, Sanden, Bantul.Kapolsek Gamping Kompol Agus Zainudin mengatakan, pengung-kapan kasus tersebut berawal dari tertangkapnya pelaku di dae-rah Bambanglipuro sepekan lalu.
Berkat pengembangan yang dila-kukan dari Polsek Gamping, akhir-nya diketahui pelaku melakukan aksinya menyebar sampai ke be-berapa wilayah.Dijelaskan, petugas berhasil mengungkap di empat tempat kejadian perkara (TKP) dengan empat barang bukti sepeda motor dan tujuh laporan polisi (LP). Tapi pelaku mengaku mengge-lapkan sepuluh motor. “Masih ada yang belum melapor. Masing-masing di Polsek Pundong ada dua LP, Bambanglipuro dan Kasihan masing-masing dua LP dan Polsek Gamping satu LP,” katanya kepada wartawan di Mapolsek Gam-ping, Senin (31/8) kemarin.
Agus mengungkapkan, infor-masi mengenai penjualan sepeda motor tersebut berawal dari la-poran masyarakat yang menge-tahui hal tersebut dari laman grup akun jejaring sosial facebook. “Dari situ kita dalami, lalu ang-gota kita berpura-pura sebagai pembeli dan akhirnya dapat kita tangkap pelakunya,” ungkapnya.
Untuk mempertanggungjawab-kan aksinya, petugas menjerat pelaku dengan Pasal 378 KUHP dengan ancaman hukuman mak-simal empat tahun penjara. Agus menjelaskan, modus yang dila-kukan pelaku untuk mengelabuhi calon korbannya adalah dengan berpura-pura meminta untuk diantarkan melihat penjual kayu yang akan dibeli pelaku. Sebelum sampai ke alamat yang dituju, pelaku berhenti di sebuah warung makan. “Saat di warung itu pelaku memin-jam motor beserta surat-suratnya dengan alasan mau membeli rokok. Namun ternyata motor dibawa kabur. Rata-rata korbannya sudah dia kenal,” kata Agus.
Pelaku yang beraksi kurang dari setahun itu mengaku tidak menjajakan barang yang diam-bilnya melalui internet. Namun hal itu dilakukan oleh kenalannya yang juga mempunyai usaha beng-kel di daerah Bambanglipuro.Motor hasil penggelapan terse-but, menurut pelaku, akan dijual berkisar antara Rp 1,3 juta sampai dengan Rp 4 juta. Hasilnya di-gunakan untuk kebutuhan seha-ri-hari. “Biasanya kurang-kurang sedikit harganya dilepas. Untuk mencukupi hidup sehari-hari tiga anak saya,” ujar pelaku saat diinterogasi petugas. (riz/ila/ong)