HENDRI UTOMO/RADAR JOGJA
SUBUH: Bupati Kulonprogo Hasto Wardoyo saat mengisi materi kuliah subuh di Masjid Faqih, di Desa Sindutan, Temon, belum lama ini.
KULONPROGO – Menjadi sebuah keberuntungkan bagi umat muslim yang bisa menjalankan berbagai macam ibadah di bulan suci Ramadan. Karena sudah dijanjikan pahala yang berlipat ganda. Termausk safari subuh yang memiliki keistimewaan, yakni mampu menebalkan kadar keimanan dan ketakwaan. Juga untuk memperkokoh silaturahmi antara pemerintah dan warganya.
Hal itu disampaikan Bupati Kulonprogo Hasto Wardoyo usai safari subuh hari kedua di Kecamatan Temon, tepatnya di Masjid Faqih, Dukuh, Sindutan, Temon belum lama ini (28/6). Kegiatan itu juga dikuti Wabup Sutedjo, Kabag Kesra, Staf Ahli, Ketua Forum CSR (Direktur PDAM) Kulonprogo.
Temon memang ketempatan pertama yang disingahi kegiatan safari subuh, secara kebetulan juga merupakan daerah yang rencana akan dibangun bandara. “Alhamdulillah safari subuh di Sindutan kali ini jamaahnya cukup banyak, ini safari yang kedua, sebelumnya juga sudah dilaksanakan di kecamatan Temon,” terang Hasto.
Hasto menuturkan, pemkab terus bersama rakyat menjalin silaturhami dan menjalin ukhuwah seluruh warga masyarakat dengan semangat sama yakni rasa memiliki atau handarbeni. Memiliki rasa yang sama ingin maju mengembangkan Kulonprogo.
“Termasuk dengan semua warga masyarakat yang berada di sekitar calon bandara, untuk terus memiliki visi maju ke depan dan membangun Kulonprogo lebih baik,” tuturnya.
Menurut Hasto, safari subuh itu istimewa, karena ada energi khusus, di mana harus bangun lebih awal. Kemudian meninggalkan rumah untuk menuju masjid, dan tentu itu harus memiliki semangat dan tekad yang kuat. “Safari subuh ini secara tidak langsung juga membiasakan warga untuk salat berjamaah,” ujarnya. (tom/ila/ong)